ECONOMICS

Purbaya: Kebijakan Fiskal Tak Depresiasi Rupiah, Justru Kunci Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

Anggie Ariesta 07/05/2026 08:36 WIB

Purbaya menepis anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah.

Purbaya: Kebijakan Fiskal Tak Depresiasi Rupiah, Justru Kunci Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah. Sebaliknya, dia menegaskan pengelolaan keuangan negara saat ini berada dalam kondisi yang sangat terjaga dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menilai kritik yang mengaitkan kondisi fiskal dengan depresiasi rupiah muncul karena kurangnya pemahaman terhadap strategi pengelolaan kas yang sedang dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Selama ini pemerintah menjaga kondisi fiskal dengan sangat baik. Jadi yang (bilang) kebijakan fiskal kita aneh, dia enggak mengerti apa yang kita kerjakan, saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Salah satu terobosan yang disoroti Purbaya adalah pemindahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan nasional (Himbara). Langkah ini terbukti efektif dalam menggerakkan sektor produktif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang berhasil mencapai 5,61 persen.

Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini merupakan cara cerdas untuk menstimulasi ekonomi tanpa harus menambah belanja atau pengeluaran modal tambahan.

"Kamu tahu kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? kita manage uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash aja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?” kata Purbaya.

Pemerintah meyakini bahwa dengan memanfaatkan dana negara yang ada untuk mendukung pembiayaan di perbankan, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas tanpa membebani APBN. Purbaya bahkan menyebut efisiensi ini sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa karena mampu mempercepat pertumbuhan secara mandiri.

"Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya," ujar Purbaya.

Purbaya juga menjamin bahwa dana SAL yang ditempatkan di sistem perbankan tersebut tetap aman, utuh, dan tersedia untuk sewaktu-waktu dibutuhkan kembali oleh negara, sembari tetap menjalankan perannya sebagai penggerak likuiditas di sektor produktif.

"Masih, masih lengkap, enggak usah laporan ke saya. Yang penting ada di situ," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE