ECONOMICS

Purbaya Sebut MBG Berpotensi Hasilkan Setoran Pajak hingga Rp16,75 Triliun

Anggie Ariesta 07/04/2026 08:05 WIB

Meskipun kontribusi pajaknya cukup besar, Menkeu menekankan dampak utama dari program MBG bukan terletak pada angka tersebut.

Purbaya Sebut MBG Berpotensi Hasilkan Setoran Pajak hingga Rp16,75 Triliun. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menjadi pos belanja negara yang besar, namun juga memberikan timbal balik bagi pendapatan negara. Program ini diprediksi menyumbang penerimaan pajak yang signifikan seiring dengan realisasi anggarannya.

Purbaya mengestimasikan sekitar 3 persen hingga 5 persen dari total anggaran MBG akan kembali ke kas negara dalam bentuk pajak. Dengan pagu anggaran mencapai Rp335 triliun, potensi setoran pajak yang dihasilkan diperkirakan berada pada rentang Rp10,05 triliun hingga Rp16,75 triliun.

"Itu sekitar 3 persen hingga 5 persen dari total anggaran direalisasikan masuk ke pajak," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meskipun kontribusi pajaknya cukup besar, Menkeu menekankan dampak utama dari program MBG bukan terletak pada angka tersebut.

Nilai strategis dari kebijakan ini justru ada pada multiplier effect atau efek pengganda ekonomi yang tercipta setelah dana tersebut dibelanjakan.

Implementasi program ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dan mendorong terciptanya lapangan kerja baru di berbagai daerah. Hal ini menjadi krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ketidakpastian global yang masih tinggi.

Purbaya juga merespons kekhawatiran publik mengenai kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, intervensi pemerintah melalui program seperti MBG berfungsi sebagai bantalan untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyalurannya agar lebih efektif di masa mendatang.

“Dampaknya cukup baik, hanya saja ke depan mungkin kita perbaiki lagi cara menjalankan kebijakan itu,” kata Purbaya.

(Dhera Arizona)

SHARE