ECONOMICS

Purbaya Sebut Panda Bond Bisa Saja Digunakan untuk Bayar Utang Whoosh

Anggie Ariesta 23/07/2026 19:11 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada peluang Panda Bond di China sebagai alternatif pembiayaan untuk menutup utang proyek Whoosh.

Purbaya Sebut Panda Bond Bisa Saja Digunakan untuk Bayar Utang Whoosh. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada peluang Panda Bond di China sebagai alternatif pembiayaan untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Namun, Purbaya menyebut, pada dasarnya dana hasil penerbitan surat utang tersebut digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ini kan untuk nutup defisit (APBN) kita, nanti ke depan apakah (utang Whoosh) pakai itu (Panda Bond), nanti kita lihat (dulu) seperti apa," kata Purbaya usai sidang debottlenecking, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, Purbaya mengakui pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan utang Whoosh yang diupayakan tidak terlalu membebani APBN.

Purbaya menegaskan, meski kewajiban tersebut berada di bawah pemerintah, penggunaan dana APBN akan ditekan semaksimal mungkin.

"Tapi Whoosh nanti skemanya belum saya kasih tahu kan. Nanti enggak seperti ini. Whoosh itu walaupun (dibebankan ke) APBN atau di pemerintah, tapi akan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai untuk bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata dia.

Purbaya masih enggan mengungkap skema yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban proyek kereta cepat tersebut. Dia hanya memberi sinyal Kementerian Keuangan memiliki sejumlah special mission vehicle (SMV) yang dapat dimanfaatkan dalam skema pembiayaan.

"Nanti kita kasih tahu, karena saya punya banyak SMV," ujar dia.

Purbaya juga belum memastikan apakah salah satu SMV tersebut memiliki kapasitas untuk menyediakan pendanaan dalam jumlah besar bagi pembiayaan utang Whoosh. Namun, tujuan utama skema tersebut adalah mengurangi tekanan terhadap APBN.

"Nanti kita kasih tahu, untuk mengurangi beban APBN, jadi anggaran APBN-nya tidak terganggu," kata dia.

Sebagai informasi, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond atau surat utang negara berdenominasi yuan di pasar domestik China pada Kamis (23/7/2026).

Pada penerbitan perdana ini, pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar USD1 miliar sebagai langkah awal memasuki salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.

Penerbitan Panda Bond didukung hasil pemeringkatan dari Lianhe Credit Rating yang memberikan Indonesia peringkat AAA dengan outlook stabil.

Peringkat tertinggi di pasar domestik China tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik obligasi Indonesia di mata investor domestik Negeri Tirai Bambu.

(Dhera Arizona)

SHARE