Realisasi Anggaran Kemenhub Capai Rp9,06 Triliun hingga Akhir Mei, untuk Apa Saja?
Capaian tersebut melampaui target kumulatif penyerapan anggaran yang ditetapkan sebesar 30,10 persen.
IDXChannel – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat realisasi anggaran Rp9,06 triliun atau 32,27 persen dari pagu efektif Rp28,09 triliun hingga akhir Mei 2026. Capaian tersebut melampaui target kumulatif penyerapan anggaran yang ditetapkan sebesar 30,10 persen.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pelaksanaan anggaran 2026 menunjukkan perkembangan yang positif, terutama pada program subsidi transportasi perintis dan proyek-proyek prioritas nasional.
"Kementerian Perhubungan memiliki pagu awal sebesar Rp28,49 triliun, dengan pagu efektif Rp28,09 triliun. Sampai akhir Mei 2026, pelaksanaan anggaran menunjukkan perkembangan yang baik, terutama pada subsidi transportasi perintis dan proyek prioritas nasional," ujar Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (4/6/2026).
Dudy menuturkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan anggaran seperti proses kontrak dan pengadaan, revisi anggaran, hingga percepatan kegiatan strategis telah diantisipasi melalui berbagai langkah pengendalian.
Dia menjelaskan, capaian realisasi hingga Mei 2026 berada di atas target penarikan dana bulanan. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sekitar Rp600 miliar dibandingkan target yang telah ditetapkan.
"Hingga 31 Mei 2026, realisasi anggaran mencapai Rp9,06 triliun atau 32,27 persen dari pagu efektif sebesar Rp28,09 triliun. Secara umum penyerapan masih berada dalam koridor yang sesuai dengan tahapan pelaksanaan kegiatan dan proses kontraktual yang berlangsung pada semester pertama tahun anggaran," katanya.
Kemenhub juga optimistis dapat mempertahankan tren positif tersebut hingga akhir tahun. Dudy memproyeksikan realisasi anggaran 2026 dapat mencapai Rp27,21 triliun atau sekitar 96,84 persen dari pagu efektif.
"Dengan mempertahankan tren pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian kontrak, maka realisasi akhir tahun diproyeksikan mencapai Rp27,21 triliun atau sekitar 96,84 persen dari pagu efektif. Kementerian Perhubungan akan terus menjaga kualitas belanja sekaligus memastikan target penyerapan dapat dicapai secara optimal," ujarnya.
Untuk mendukung percepatan serapan anggaran, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan prioritas dan penyelesaian tagihan, memperkuat monitoring dan evaluasi fisik serta keuangan, mempercepat revisi dan pergeseran anggaran pada kegiatan yang siap serap, serta memperkuat koordinasi pengendalian rencana penarikan dana.
Dari sisi distribusi anggaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperoleh alokasi terbesar dengan pagu Rp10,64 triliun atau 37,88 persen dari total pagu efektif. Selanjutnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar Rp4,95 triliun atau 17,61 persen, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Rp4,67 triliun atau 16,61 persen, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Rp4,53 triliun atau 16,14 persen.
(NIA DEVIYANA)