ECONOMICS

RI Swasembada Beras hingga Telur, Bapanas: Stok Kokoh Hadapi EL Nino dan Geopolitik

Tangguh Yudha 10/04/2026 09:18 WIB

Bapnas menegaskan bahwa stok pangan nasional sepanjang 2026 dalam kondisi kokoh menghadapi El Nino dan ketidakpastian geopolitik global.

RI Swasembada Beras hingga Telur, Bapanas: Stok Kokoh Hadapi EL Nino dan Geopolitik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa stok pangan nasional sepanjang 2026 dalam kondisi kokoh meskipun dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik global dan ancaman musim kemarau akibat El Nino.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Budi Waryanto menyampaikan, pemerintah terus memperkuat strategi ketahanan pangan guna memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Presiden jelas, kita harus berdaulat dan mandiri. Kedaulatan pangan adalah harga diri bangsa. Komoditas kita sudah swasembada. Kita dari beras sudah aman, jagung juga sudah aman, kemudian gula, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah,” ujar Budi dikutip Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data proyeksi neraca pangan Bapanas hingga Juni 2026, sejumlah komoditas strategis nasional mencapai status swasembada dengan tingkat surplus yang signifikan.

Beras diproyeksikan surplus mencapai 15,8 juta ton, diikuti jagung 4,7 juta ton, gula konsumsi 797 ribu ton, cabai besar 87 ribu ton, cabai rawit 61 ribu ton, daging ayam 950 ribu ton, telur ayam 517 ribu ton, dan bawang merah 53 ribu ton.

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki cadangan pangan yang cukup untuk menghadapi konflik geopolitik dan ancaman El Nino.

Ia mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional per 7 April 2026 telah mencapai 4,6 juta ton, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. Dengan jumlah tersebut, stok beras dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

"Insyaallah pangan kita aman. Meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utama seperti bawang merah, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup,” kata Amran.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE