Satgas Saber Pangan Jabar Temukan Harga Telur Ayam Berfluktuasi
Satgas Jabar mendapati harga telur ayam mulai berfluktuasi karena sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
IDXChannel - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat mendapati harga telur ayam mulai berfluktuasi karena sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
Ini ditemukan pada pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat saat pelaksanaan inspeksi pada Sabtu (14/3/2026). Tak menunggu lama, Satgas Saber Pangan Jabar gerak cepat melakukan penelusuran rantai pasok telur ayam di sekitar Kota Bandung.
Hal ini menimbang pengecer di pasar rakyat mengaku menerima harga yang sudah terlanjur tinggi dari distributor, sehingga terpaksa mematok harga telur ayam di kisaran Rp 31.000 per kilogram (kg).
Dari penelaahan Satgas Saber Jabar, pasokan telur ayam bersumber dari Pasar Induk Caringin dan distributor telur ayam di sekitar Pasar Cikutra. Hasil investigasi menunjukkan para distributor yang ditemui mengaku telah menerima harga dari produsen yang mulai berfluktuasi dalam tiga hari terakhir.
"Kami bersama Satgas Saber Jawa Barat melakukan penelusuran telur ayam karena harga di pasar mulai melewati HAP. Tentunya sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional Bapak Andi Amran Sulaiman, jika ada anomali harga, maka harus diusut sampai ke distributor dan produsen," ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan informasi Senin (16/3/2026).
Hasil penelusuran membuahkan hasil yang positif. Pihak produsen dan distributor berkomitmen memasang harga telur ayam yang lebih rendah sampai Idulfitri mendatang. Adapun produsen yang memasok telur ayam ke Kota Bandung berasal dari Blitar, Jawa Timur.
"Tadi kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan teman-teman peternak Blitar. Bersama Direskrimsus Polda Jabar Bapak Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp27.500 per kilogram. Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp30.000 per kilogram," kata Ketut.
Untuk diketahui, Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg. Sementara, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen maksimal Rp30.000 per kg. Beleid yang mengatur ini ada di Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.
Komoditas telur ayam ras sendiri menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat memiliki inflasi 5,79 persen di Februari 2026 dilihat secara tahunan (year-on-year). Sementara, andil telur ayam ras terhadap inflasi umum secara tahunan berada di level 0,06 persen.
Kendati demikian, telur ayam ras punya andil positif pula terhadap eskalasi Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan yang meningkat di Februari 2026 menjadi berada di level 103,62. Indeks harga yang diterima petani unggas pun melejit ke 133,63 di Februari 2026. Ini menjadi pencapaian indeks tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Di sisi lain, dalam rilis BPS, rerata harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara nasional sampai minggu pertama Maret 2026 tercatat masih melampaui HAP. Catatan BPS menunjukkan hanya 53 kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras di pekan pertama Maret ini.
Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian mengatakan Indonesia telah surplus untuk komoditas telur ayam.
Pasokan melimpah dari produksi dalam negeri, bahkan Indonesia bisa ekspor. Dengan kondisi tersebut, Amran meminta tidak ada kenaikan harga yang membuat masyarakat resah selama Ramadan dan Idulfitri ini.
"Kita telur ayam sudah surplus, bahkan ekspor. Jadi aku minta tidak ada alasan harga naik di masyarakat. Kalau sampai ada kenaikan, aku minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," kata Amran.
Terkait surplus telur ayam ras secara nasional turut didukung pula oleh Bapanas melalui Proyeksi Neraca Pangan. Produksi telur ayam ras dalam negeri selama setahun yang berkisar di 7,32 juta ton diestimasikan mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional yang berada di angka 6,47 juta ton.
(kunthi fahmar sandy)