Sektor Manufaktur ASEAN Lanjutkan Tren Perlambatan pada April 2026
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur ASEAN dari S&P Global melanjutkan tren perlambatan pada April 2026.
IDXChannel - Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur ASEAN dari S&P Global melanjutkan tren perlambatan pada April 2026.
PMI Manufaktur ASEAN mencapai 50,7 bulan lalu, pertumbuhan terendah dalam sembilan bulan ke belakang.
Angkanya turun dari 51,8 pada Maret, serta lebih rendah dari data survei pada Februari yaitu 53,8. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan
terus berlanjut, laju ekspansi terus melambat.
"Sektor manufaktur ASEAN bertahan di wilayah pertumbuhan memasuki triwulan kedua. Namun, momentum pertumbuhan terus melemah, dengan pertumbuhan output hampir stagnan," kata S&P Global Market Intelligence Maryam Baluch dalam pernyataannya pada Selasa (5/5/2026).
"Indikator permintaan melemah, karena kenaikan permintaan baru berkurang dan penjualan internasional menurun dengan laju yang lebih cepat. Jumlah tenaga kerja turun untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Hambatan pasokan terus membebani kapasitas produksi, dengan waktu pengiriman diperpanjang karena perusahaan harus mengandalkan cadangan untuk memenuhi kenaikan volume pesanan," katanya.
Selain itu, tekanan harga terus naik. Perusahaan menghadapi lonjakan biaya operasional pada April, mendorong perusahaan menaikkan harga jual dari pabrik.
"Sementara perusahaan manufaktur di wilayah ASEAN masih optimistis tentang pertumbuhan berkelanjutan pada tahun mendatang, keseluruhan keadaan akan tetap bergantung pada faktor eksternal, terutama konflik berkelanjutan di Timur Tengah yang juga memengaruhi inflasi," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)