ECONOMICS

Soal Utang Whoosh, Purbaya: Tenor 80 Tahun, Cicilan Rp1 Triliun per Tahun

Anggie Ariesta 08/09/2026 18:37 WIB

Purbaya menilai panjangnya tenor restrukturisasi ini secara signifikan meringankan beban pembayaran utang proyek Whoosh.

Soal Utang Whoosh, Purbaya: Tenor 80 Tahun, Cicilan Rp1 Triliun per Tahun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kewajiban utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) telah berhasil direstrukturisasi dengan tenor pelunasan mencapai 80 tahun. Dengan skema pembayaran berjangka panjang tersebut, beban cicilan yang harus ditanggung diperkirakan berada di kisaran Rp1 triliun per tahun.

Purbaya menilai panjangnya tenor restrukturisasi ini secara signifikan meringankan beban pembayaran utang proyek Whoosh. Dia bahkan sempat berseloroh generasi saat ini tidak perlu merasa terbebani secara berlebihan terkait pelunasannya.

“Iya kita sudah mati, santai saja. Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya karena utangnya sudah direstrukturisasi,” ujar Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Purbaya membeberkan melalui proses restrukturisasi, rentang waktu pembayaran cicilan dapat diperpanjang hingga delapan dekade, meski besaran nominal pastinya dapat bervariasi setiap tahun.

“80-90, tapi di-stretch 80 tahun sudah ada cicilannya. Satu atau sedikit ribuan satu dari tahun ke tahun satu triliun, ada yang tinggi,” ujar dia.

Pengelolaan kewajiban Whoosh ini nantinya akan melibatkan Kementerian Keuangan melalui penataan aset dan utang di bawah badan khusus.

Awalnya, pemerintah sempat mempertimbangkan keterlibatan dua Special Mission Vehicle (SMV) bersama Indonesia Investment Authority (INA). 

Namun, melihat nilai beban cicilan tahunan yang relatif terjangkau, Purbaya menilai struktur pengelolaannya dapat dipangkas agar lebih efisien.

“Ternyata cicilannya enggak gede-gede amat, seharusnya sih satu SMV aja, satu SMV cukup,” kata Purbaya.

Dia menambahkan bahwa skema hasil restrukturisasi tersebut menjadi acuan utama pemerintah dalam merumuskan bentuk kelembagaan yang paling efektif dan efisien guna menangani seluruh kewajiban Whoosh ke depan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE