ECONOMICS

Stabilkan Harga Pangan, 500 Pasar Murah Siap Digelar di Jakarta Selama Ramadan

Danandaya Arya Putra 12/02/2026 09:01 WIB

Perumda Pasar Jaya siap menggelar 500 kali pasar murah selama Ramadan untuk memastikan stabilitas harga dan stok pangan di Jakarta.

Stabilkan Harga Pangan, 500 Pasar Murah Siap Digelar di Jakarta Selama Ramadan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Perumda Pasar Jaya memastikan stok pangan di Jakarta dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Pasar murah juga akan digalakkan demi menstabilkan harga pasar jaya sekaligus membantu daya beli masyarakat.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, pelaksanaan pasar murah tahun ini ditingkatkan dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pada 2025 kegiatan pasar murah digelar sekitar 250 kali, pada 2026 jumlahnya ditargetkan mendekati 500 kali.

"Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," ucap Agus dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Untuk meringankan beban belanja warga, Pasar Jaya juga menyiapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai Rp100.000 hingga Rp300.000. Paket tersebut disediakan di gerai-gerai Pasar Jaya sebagai alternatif belanja hemat menjelang Lebaran.

"Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan," katanya.

Sejak 9 Februari 2026, stok beras di gerai Pasar Jaya tercatat mencapai 331 ton. Dengan jumlah tersebut, dia memastikan stok pangan dalam kondisi aman. Selain itu, tersedia gula pasir sebanyak 84,3 ton dan minyak goreng hampir 209 ton. 

Di tingkat pedagang pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya, stok beras tercatat sekitar 186 ton, dengan tambahan beras SPHP sekitar 10,1 ton. Agus menegaskan, secara umum harga komoditas pangan masih terkendali.

"Prinsipnya harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi pada cabai merah, tetapi komoditas lainnya masih dalam kondisi terkendali," tuturnya.

Pasar Jaya juga meningkatkan distribusi pangan ke Kepulauan Seribu. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan dua kali dalam sebulan, kini distribusi ditingkatkan hampir setiap minggu guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.

"Kami tingkatkan frekuensi pengiriman ke Kepulauan Seribu menjadi hampir setiap minggu, sesuai arahan pimpinan daerah, agar pasokan pangan di wilayah kepulauan tetap aman selama Ramadan," ucapnya.

Agus menjelaskan, bazar murah telah digelar sepanjang Februari di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya.

Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan, bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya.

Sekda provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, pemerintah daerah selalu mengkonsolidasikan BUMD pangan yang ada di Jakarta untuk melayani masyarakat.

"Kami berharap bahwa BUMD pangan di Jakarta benar-benar bisa dipercaya, bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa menuruti kebutuhan pokok masyarakat di Jakarta," kata Uus.

"Dengan demikian, saya yakin apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat di dalam rangka menghadapi hari besar bisa dihadapi dengan sebaik-baiknya, dan dengan berbagai langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terjaga, serta inflasi tetap terkendali," tambahnya.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan secara umum kondisi kebutuhan dan ketersediaan pangan strategis Jakarta dalam keadaan cukup.

Namun, peningkatan konsumsi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menuntut optimalisasi peran Pasar Jaya dalam memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

"Menjelang Ramadan dan Idul Fitri memang terjadi kenaikan kebutuhan pada sejumlah komoditas seperti telur ayam, daging sapi, bawang putih, dan cabai rawit. Memasuki Idul Fitri, daging ayam juga meningkat signifikan. Karena itu, peran Pasar Jaya dalam menjaga distribusi di pasar-pasar menjadi sangat penting," katanya.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE