Stok Beras Melimpah tapi Harga Naik, Ini Penjelasannya
Pemerintah menyoroti kenaikan harga beras di sejumlah daerah meski stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog masih mencukupi.
IDXChannel – Pemerintah menyoroti kenaikan harga beras di sejumlah daerah meski stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog masih mencukupi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Tomsi meminta pemerintah mengidentifikasi penyebab kenaikan harga beras, terutama ketika persediaan beras pemerintah masih dinilai mencukupi.
Bulog menjelaskan, persoalan kenaikan harga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga persebaran dan penyalurannya ke wilayah yang mengalami tekanan harga. Ketersediaan CBP perlu diikuti distribusi dan intervensi yang tepat agar dapat menekan harga di daerah yang membutuhkan.
Direktur Badan Pangan Nasional (Bapanas) Yusra Egayanti mengatakan pemerintah bersama Bulog terus memantau perkembangan harga beras setiap hari. Apabila ditemukan harga yang berada di atas ketentuan, pemerintah akan mengidentifikasi penyebabnya sebelum menentukan langkah intervensi.
“Pemantauan setiap hari dan kemudian identifikasi harga yang di atas dan kemudian identifikasi masalahnya untuk kemudian lakukan intervensi terkait dengan kenaikan harga,” ujar Yusra.
Berdasarkan paparan Bulog, dalam dua bulan terakhir harga beras medium dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di 13 provinsi relatif terjaga. Namun, harga beras premium masih mengalami kenaikan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat penyaluran SPHP serta mengoptimalkan pengelolaan CBP di daerah yang mengalami tekanan harga.
Hingga 13 September 2026, penyaluran SPHP beras telah mencapai sekitar 788,39 ribu ton atau 95,22 persen dari target. Pemerintah juga telah menyetujui tambahan kuantum SPHP beras medium sebanyak 1 juta ton untuk memperkuat intervensi pasar.
Bulog memperkirakan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras mulai berkurang pada pekan depan seiring dengan penguatan intervensi pemerintah.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Tomsi meminta daerah yang masih mencatatkan kenaikan harga dievaluasi guna mengetahui kendala di lapangan, baik terkait distribusi, pengangkutan, maupun pelaksanaan intervensi.
(Kidung Dhia)