ECONOMICS

Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton, Mentan Bidik Rekor Baru 5,5 Juta Ton

Tangguh Yudha 14/05/2026 12:35 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada akhir Mei 2026 dapat mencapai 5,5 juta ton.

Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton, Mentan Bidik Rekor Baru 5,5 Juta Ton. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada akhir Mei 2026 dapat mencapai 5,5 juta ton. Target tersebut disampaikan setelah stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog menembus 5,3 juta ton.

Amran menyebut capaian tersebut menjadi level stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Jika hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton, mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini adalah yang tertinggi selama Republik ini merdeka," ujar Amran di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, peningkatan stok beras nasional ditopang oleh tingginya produksi dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia tercatat mencapai 34,6 juta ton.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi beras Indonesia mencapai 36 juta ton. Adapun data dari United States Department of Agriculture (USDA) mencatat produksi sebesar 34,6 juta ton.

Mengacu pada berbagai proyeksi tersebut, Amran memperkirakan Indonesia berpotensi mencatat surplus beras hingga 4 juta ton.

"Jadi ada tiga data, baik dari nasional maupun dunia, yang menunjukkan produksi kita sekitar 34 juta ton dan surplus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian," katanya.

Amran juga membandingkan capaian saat ini dengan rekor stok beras nasional sebelumnya. Menurutnya, stok tertinggi Bulog sebelumnya tercatat pada 1984 sebesar 2,6 juta ton, saat Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Saat ini, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton atau lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya.

"Bulog dulu stok tertingginya 2,6 juta ton pada 1984, saat Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan dari FAO. Sekarang di era Presiden Prabowo, kita mencapai 5,3 juta ton dan penghargaan FAO juga diterima dua kali berturut-turut," kata Amran.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE