ECONOMICS

Stok Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tak Ada Impor Beras pada 2026

Tangguh Yudha 24/04/2026 10:29 WIB

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai level tertinggi sejarah dengan torehan angka mencapai 5 juta ton.

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai level tertinggi sejarah dengan torehan angka mencapai 5 juta ton. (Foto: iNews Media/Tangguh Yudha)

IDXChannel - Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai level tertinggi sejarah. Per April 2026, posisi stok beras pemerintah di gudang Bulog mencapai 5 juta ton.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman mengatakan, tingginya stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa produksi beras dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada impor. Dia optimistis tidak ada impor beras sepanjang tahun 2026.

"Indonesia pernah impor beras 2023 dan 2024, 7 juta ton dengan jagung, kurang lebih Rp100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi," kata Amran dikutip Jumat (24/4/2026).

Kendati demikian, kata Amran, lonjakan stok beras turut menghadirkan tantangan baru, terutama terkait kapasitas penyimpanan. Dia menyebut,  gudang Bulog saat ini hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton.

Untuk mengatasi kelebihan stok, pemerintah telah menyewa tambahan gudang dengan kapasitas 2 juta ton. Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menambah kapasitas sewa baru sekitar 1 juta ton guna mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.

"Totalnya gudang kapasitas di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi. Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia, 2 juta ton, kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menilai kondisi ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Dengan stok melimpah dan tanpa ketergantungan impor, dia optimistis ketahanan pangan Indonesia semakin kuat ke depan.

"Insyaallah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April ini," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE