ECONOMICS

Stok Global Terancam, Arab Saudi Kehilangan 1,3 Juta Barel Minyak Imbas Serangan Iran

Febrina Ratna Iskana 10/04/2026 07:22 WIB

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan fasilitas energi penting menjadi sasaran serangan. Hal itu menyebabkan hilangnya pasokan minyak.

Stok Global Terancam, Arab Saudi Kehilangan 1,3 Juta Barel Minyak Imbas Serangan Iran. (Foto: Ilustrasi/iNews Media Group)

IDXChannel – Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan fasilitas energi penting di negara tersebut baru-baru ini menjadi sasaran beberapa serangan, termasuk fasilitas produksi, transportasi, dan kilang minyak dan gas, serta fasilitas petrokimia dan sektor listrik di Riyadh, Provinsi Timur, dan Kota Industri Yanbu.

Serangan-serangan itu termasuk salah satu stasiun pompa di Pipa Timur-Barat, yang menyebabkan hilangnya sekitar 700.000 barel per hari dalam kapasitas produksi. Pipa ini dianggap sebagai jalur utama untuk memasok pasar global selama periode ini.

Fasilitas produksi Manifa juga menjadi sasaran, yang mengakibatkan pengurangan sekitar 300.000 barel per hari dari kapasitas produksinya. Selain itu, fasilitas Khurais sebelumnya juga menjadi sasaran serangan, yang menyebabkan pengurangan kapasitas produksi sebesar 300.000 barel per hari.

Dengan begitu, total pengurangan kapasitas produksi Kerajaan Arab Saudi menjadi sekitar 600.000 barel per hari.

Serangan tersebut juga meluas ke fasilitas kilang utama, termasuk SATORP di Jubail, kilang Ras Tanura, kilang SAMREF di Yanbu, dan kilang Riyadh, yang secara langsung memengaruhi ekspor produk olahan ke pasar global.

Fasilitas pengolahan di Ju’aymah juga terkena dampak kebakaran, yang berdampak pada ekspor gas minyak cair (LPG) dan gas alam cair.

“Berlanjutnya serangan ini menyebabkan berkurangnya pasokan dan memperlambat pemulihan, sehingga memengaruhi keamanan pasokan bagi negara-negara konsumen dan berkontribusi pada peningkatan volatilitas di pasar minyak,” tulis Kementerian Energi Arab Saudi.

“Hal ini telah berdampak negatif pada ekonomi global, khususnya dengan menipisnya sebagian besar persediaan operasional dan darurat, yang telah memengaruhi ketersediaan pasokan dan membatasi kemampuan untuk menanggapi kekurangan pasokan ini,” sambungnya.

Di sisi lain, Serangan-serangan itu mengakibatkan kematian seorang warga negara Saudi dari personel keamanan industri perusahaan energi Saudi. Selain itu, tujuh warga negara Saudi lainnya dari personel perusahaan tersebut mengalami luka-luka.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE