Susunan Terbaru Direksi Pertamina, Mega Satria Gantikan Emma Jadi Direktur Keuangan
PT Pertamina (Persero) melakukan perombakan terhadap susunan Direksi.
IDXChannel - PT Pertamina (Persero) melakukan perombakan terhadap susunan Direksi. Hal tersebut diketahui dari laman resmi perseroan, Rabu (4/2/2026) malam.
Dilihat IDX Channel pada laman resmi Pertamina, Emma Sri Martini yang diketahui menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina, kini harus bergeser ke posisi Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha.
Sedangkan posisi Direktur Keuangan Pertamina dijabat oleh Mega Satria.
Dikutip dari laman resmi Pertamina, Mega Satria pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, Direktur Keuangan di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Direktur Keuangan di PT Bukit Asam Tbk, Direktur Keuangan & SDM di PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, dan Chief Financial Officer di PT Citilink Indonesia.
Berikut susunan terbaru jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina per Rabu 4 Februari 2026:
Direksi
- Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
- Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
- Direktur Keuangan: Mega Satria
- Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha: Emma Sri Martini
- Direktur Penunjang Bisnis: M Erry Sugiharto
- Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
- Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
- Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
- Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto
Komisaris
- Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Mochamad Iriawan
- Wakil Ketua Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
- Komisaris: Heru Pambudi
- Komisaris: Bambang Suswantono
- Komisaris Independen: Condro Kirono
- Komisaris: Nanik Sudaryati Deyang
- Komisaris Independen: Raden Adjeng Sondaryani
- Komisaris: Hasan Nasbi
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menggabungkan (merger) atau mengintegrasikan subholding bisnis hilir ke dalam satu entitas terpadu yakni Subholding Downstream.
Ketiga subholding hilir tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS).
Pertamina Patra Niaga dalam hal ini menjadi entitas penerima penggabungan.
(Dhera Arizona)