ECONOMICS

Tembus 96,2 Juta Pelanggan, PLN Tambah 3,3 Juta Sambungan Baru pada 2025

Rohman Wibowo 07/06/2026 12:58 WIB

PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan penambahan sebanyak 3,3 juta pelanggan baru di sepanjang 2025

Tembus 96,2 Juta Pelanggan, PLN Tambah 3,3 Juta Sambungan Baru pada 2025. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan penambahan sebanyak 3,3 juta pelanggan baru di sepanjang 2025, sehingga akumulasi total pelanggan perseroan kini menembus angka 96,2 juta.

Capaian pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh layanan penyambungan reguler, melainkan juga diperkuat melalui serangkaian inisiatif perluasan jangkauan akses energi listrik di berbagai wilayah. 

Beberapa program strategis yang menjadi pendorong utama di antaranya adalah Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga aksi sosial Light Up The Dream (LUTD) yang bersumber dari donasi internal pegawai PLN.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah menjadi pilar utama bagi perusahaan dalam merealisasikan mandat untuk menghadirkan aliran listrik hingga ke pelosok tanah air.

“Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan melalui keterangan tertulis yang dikutip Minggu (7/6/2026).

Ekspansi jangkauan ini juga berimplikasi positif terhadap kenaikan pendapatan dari penyambungan pelanggan yang menyentuh angka Rp2,24 triliun pada 2025, atau melonjak sebesar 28,4 persen dibandingkan periode 2024. Peningkatan jumlah pelanggan PLN ini tersebar di berbagai sektor, di mana segmen rumah tangga masih menjadi motor penggerak terbesar dengan kenaikan sebanyak 2,74 juta pelanggan atau tumbuh 3,2 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.

Di sisi lain, menguatnya geliat roda ekonomi turut memicu lonjakan pelanggan pada segmen bisnis sekitar 8,8 persen YoY, yang naik dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan. Sementara itu, jumlah pelanggan di sektor industri mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 18,6 persen YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan, yang menandakan penguatan kebutuhan energi untuk menopang aktivitas produksi dan ekspansi industri nasional.

"Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” tutur Darmawan.

Tren positif ini juga menyentuh segmen sosial yang mengalami peningkatan sekitar 4 persen, dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan. Segmen pemerintah pun tercatat tumbuh dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan, atau naik sekitar 4,8 persen seiring dengan bertambahnya sambungan listrik pada berbagai fasilitas sosial maupun pusat layanan publik.

Perseroan menitikberatkan bakal memperkokoh infrastruktur kelistrikan, memperluas cakupan akses energi, serta menjamin keandalan pasokan listrik demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

(Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE