ECONOMICS

Tensi Perang Timur Tengah Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi 3 Persen

Kunthi Fahmar Sandy 23/09/2026 15:38 WIB

Prospek perekonomian global belum kuat disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.

Tensi Perang Timur Tengah Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi 3 Persen (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Prospek perekonomian global belum kuat disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. 

Tensi perang di Timur Tengah yang kembali meningkat semakin mendorong tingginya harga minyak yang sempat menyentuh USD132 per barel sebelum kemudian kembali turun ke level di bawah USD100 per barel pada 22 September 2026. 

Hal tersebut diungkap Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat konferensi pers hasil RDG Rabu (23/9/2026). Adapun harga berbagai komoditas dunia turut mengalami kenaikan. 

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3,0 persen dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4,6 persen. 

"Kebijakan moneter global menjadi lebih ketat, termasuk kenaikan suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR), menjadi 3,75-4,00 persen pada September 2026 dengan kemungkinan peningkatan kembali yang masih tinggi," tutur dia. 

Imbal hasil (yield) US Treasury juga meningkat seiring ekspektasi kenaikan FFR dan defisit anggaran Pemerintah AS yang besar. 

Sementara itu, preferensi investor global terhadap investasi portofolio ke negara Emerging Markets tertahan dan berdampak pada tetap kuatnya indeks mata uang dolar AS terhadap negara maju dan negara berkembang. 

"Kondisi ini mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Destry.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE