ECONOMICS

Trump Akan Kuasai Minyak Venezuela, Chevron hingga ConocoPhillips Masih Hati-Hati dan Memantau

Tangguh Yudha 04/01/2026 16:29 WIB

Perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat siap masuk ke Venezuela untuk memulihkan industri migas negara itu.

Trump Akan Kuasai Minyak Venezuela, Chevron hingga ConocoPhillips Masih Hati-Hati dan Memantau (White House)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak mentah di Venezuela. Hal itu dilakukan setelah militer AS melakukan penyerangan di Ibu Kota Venezuela, Caraca serta menangkap Presiden Nicolas Maduro. 

Presiden AS Donald Trump menegaskan, perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat siap masuk ke Venezuela untuk memulihkan industri migas negara tersebut yang dinilai mengalami kerusakan parah akibat krisis berkepanjangan.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago dikutip Minggu (4/1/2026).

Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan dari Chevron, salah satu perusahaan energi terbesar asal AS yang selama ini memiliki kepentingan di Venezuela.

Melalui juru bicaranya, Chevron menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati.

“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” kata juru bicara perusahaan dikutip dari Sky News, Minggu (4/12/2025).

Sementara itu, raksasa minyak AS lainnya, ConocoPhillips, menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.

“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.

Di sisi lain, sejumlah pemain besar industri energi global seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, dan Saudi Aramco belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.

Untuk diketahui, Venezuela menyimpan sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar secara global.

Pada masa keemasannya di era 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak per hari. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak negara tersebut merosot tajam.

Tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1 persen dari total produksi minyak dunia. AS sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Namun, seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan penerapan sanksi ekonomi, China kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE