ECONOMICS

Utang AS Diprediksi Capai Rp1 Kuintiliun pada 2036

Wahyu Dwi Anggoro 12/02/2026 12:53 WIB

Utang nasional Amerika Serikat (AS) diperkirakan membengkak menjadi USD64 triliun atau sekitar Rp1,08 kuintiliun selama 10 tahun ke depan.

Utang AS Diprediksi Capai Rp1 Kuintiliun pada 2036. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Utang nasional Amerika Serikat (AS) diperkirakan membengkak menjadi USD64 triliun atau sekitar Rp1,08 kuintiliun selama 10 tahun ke depan.

Menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang nonpartisan, defisit anggaran pemerintah federal AS diperkirakan naik tajam dalam satu dekade ke depan.

Dilansir dari ABC News pada Kamis (12/2/2026), kenaikan defisit anggaran itu terutama disebabkan oleh kebijakan pemotongan pajak Presiden Donald Trump.

Defisit anggaran diperkirakan meningkat dari USD1,9 triliun pada tahun fiskal 2026 menjadi USD3,1 triliun pada 2036. Menurut CBO, dampak pemotongan pajak akan jauh melampaui pendapatan dari tarif baru.

Utang nasional AS saat ini mencapai sekitar USD 37 triliun. Pada 2023, CBO mengatakan bahwa utang nasional akan bertambah sebanyak USD20 triliun di 2033. 

CBO adalah lembaga penilai anggaran yang memberikan analisis untuk anggota Kongres. 

Trump telah berulang kali meminta Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga. Dia mengatakan bahwa langkah tersebut akan mengurangi pembayaran pokok dan bunga utang AS

Dalam unggahan media sosial pada Rabu, Trump mengulangi seruan tersebut.

 "Amerika Serikat seharusnya membayar jauh lebih sedikit untuk pinjamannya," kata Trump.

Sudah lebih dari 20 tahun sejak surplus anggaran pemerintah federal terakhir terjadi pada 2001. Setiap tahun sejak itu, pemerintah federal AS menghabiskan lebih banyak uang daripada yang diperolehnya, memperdalam defisit keuangan negara.

Meningkatnya utang federal diperkirakan mendorong penerbitan obligasi Treasury dalam jumlah yang semakin besar. Akibatnya, kreditor kemungkinan akan menuntut imbal hasil yang lebih tinggi di tengah persepsi peningkatan risiko bahwa AS tidak akan mampu membayar kembali.

Pada Mei lalu, Moody's, lembaga pemeringkat terkemuka, menurunkan peringkat kredit AS, menurunkannya satu tingkat dari peringkat tertinggi Aaa menjadi klasifikasi yang lebih rendah yaitu Aa1.

Penilaian ulang peringkat kredit oleh Moody's terjadi bertahun-tahun setelah penurunan peringkat serupa terhadap utang AS oleh dua lembaga pemeringkat kredit utama lainnya: S&P pada 2011 dan Fitch pada 2023. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE