ECONOMICS

Waskita Karya (WSKT) Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Tuntas sebelum Agustus 2026

Dhera Arizona Pratiwi 15/07/2026 18:49 WIB

Waskita Karya, kata dia, berkomitmen terus mendukung sekaligus mengawal terwujudnya integrasi moda transportasi di ibu kota secara keseluruhan.

Waskita Karya (WSKT) Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Tuntas sebelum Agustus 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proyek LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran proses pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Iwan Takwin serta Direktur Teknik & Pengembangan Jakpro Robert Sajaka. Kemudian, hadir pula Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara dan Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Paulus Budi Kartiko.

Pramono mengatakan, keberadaan LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi inspirasi atau role model untuk menyelesaikan persoalan transportasi di Jakarta. Dia lantas berterima kasih kepada kontraktor, jajaran Jakpro, dan pihak LRT Jakarta yang sudah mengerjakan proyek senilai Rp4,1 triliun itu.

Dia berharap, LRT Jakarta Fase 1B bisa diresmikan Agustus 2026, lalu menjadi wajah baru transportasi di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpro sangat mendukung hadirnya LRT rute Velodrome-Manggarai ini. Maka sejalan dengan harapan Pramono, Waskita Karya memastikan sebentar lagi Jakarta memiliki pilihan angkutan publik baru yang akan mendukung konektivitas perkotaan.

Infrastruktur tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat. Kemudian memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.

"Saat ini telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," ujar Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, langkah itu menunjukkan komitmen tinggi Waskita dalam penerapan sistem Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Meski pengerjaan proyek terus dikejar, namun perseroan tetap memperhatikan standar mutu, keselamatan pekerja, sekaligus meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.

Bahkan, Waskita berhasil mencatatkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Capaian itu menjadi bukti konsistensi implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat," kata dia.

Kini, ujar Paulus, pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B dalam proses pengecoran slab deck atau lantai struktural pada jembatan. Kemudian akan langsung dilanjutkan pemasangan beton precast parapet & udich.

"Dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang pekerjaan slab track selesai dicor. Dengan begitu dapat mendukung persiapan pengujian train run sampai Stasiun Manggarai," ujar dia.

Paulus menyebutkan, hingga kini train run sudah beberapa kali dilaksanakan sampai Stasiun Kayu Manis. Hasil pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) itu menunjukkan, sarana transportasi ini aman digunakan oleh masyarakat.

"Pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen terus dilakukan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai owner," katanya.

Paulus menegaskan, keterlibatan Waskita Karya pada pembangunan proyek itu bukan hanya terkait pekerjaan konstruksi tapi juga kesempatan untuk menunjukkan hasil atau showcase capability. Proyek dengan visibilitas tinggi ini menjadikan kualitas kerja langsung berdampak terhadap reputasi jangka panjang.

Waskita Karya, kata dia, berkomitmen terus mendukung sekaligus mengawal terwujudnya integrasi moda transportasi di ibu kota secara keseluruhan. Pembangunan LRT Jakarta ini turut memperkuat rekam jejak perseroan sebagai BUMN Konstruksi yang berdaya saing tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menambah pilihan tansportasi umum yang modern, tapi juga memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pada akhirnya akan berdampak positif pada lingkungan karena mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," ujarnya.

(Dhera Arizona)

SHARE