ECOTAINMENT

Destinasi Scuba Diving The Great Barrier Reef Terancam Mengalami Pemutihan Massal Terumbu Karang

Kurnia Nadya 23/07/2026 14:37 WIB

Terumbu karang keras di kawasan terkenal itu menurun secara signifikan pada 2024-2025, berkat suhu air di atas rata-rata.

Destinasi Scuba Diving The Great Barrier Reef Terancam Mengalami Pemutihan Massal Terumbu Karang. (Foto: Great Barrier Reef)

IDXChannel—Salah satu destinasi wisata bahari terkenal di dunia, Great Barrier Reef (Australia), tengah menghadapi ancaman serius, yakni perluasan ‘bleaching’ dan keruntuhan ekosistem. 

Melansir CNA (23/7/2026), ancaman ekosistem ini berkaitan dengan fenomena iklim El Niño tahun ini. ‘Bleaching’ atau ‘pemutihan’ adalah respons yang dilakukan oleh terumbu karang ketika menghadapi kondisi stres. 

Dalam kondisi bertekanan tinggi, terumbu karang mengeluarkan alga berwarna-warni yang hidup dalam jaringannya, sehingga membuat terumbu karang berubah warna menjadi putih bersih atau bahkan transparan. 

The Great Barrier Reef merupakan salah satu spot scuba diving dan snorkeling terkenal di dunia. Wilayah ini juga dikenal sebagai struktur kehidupan laut terbesar di dunia. Bentangan terumbu karang di perairan ini mencapai 2.300 km sepanjang Queensland. 

Ekologis Konservasi Kelautan Universitas James Cook, Morgan Pratchett, mengatakan bahwa El Niño ekstrem dapat menjadi masalah signifikan bagi Great Barrier Reef. Sebelumnya, PBB juga sempat mengungkapkan kekhawatiran soal potensi pemutihan massal pada terumbu karang di lautan dunia. 

“Bukan tidak mungkin kalau gangguan (iklim) berikutnya akan membuat spesies lokal musnah dan memperluas keruntuhan ekosistem,” kata Pratchett. 

Seperti diketahui, gelombang panas saat El Niño terjadi tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada lingkungan, baik di darat (potensi kebakaran hutan dan lahan) maupun di lautan (pemutihan terumbu karang). 

Pratchett mengatakan bahwa sangat mungkin terjadi pemutihan terumbu karang berskala besar di The Great Barrier Reef. Apalagi, tahun ini kekuatan El Niño diprediksikan bakal pecah rekor. 

UNESCO pun telah memantau kondisi terumbu karang di The Great Barrier Reef sejak 2021 saat kawasan tersebut hampir diputuskan berstatus ‘dalam bahaya’ pada daftar Keajaiban Dunia. 

Terumbu karang keras di kawasan terkenal itu menurun secara signifikan pada 2024-2025, berkat suhu air di atas rata-rata yang mengakibatkan terumbu karang di perairan itu mengalami pemutihan massal untuk keenam kalinya sejak 2016. 

(Nadya Kurnia)

SHARE