Harmoni Imlek Nusantara Digelar Saat Ramadan, Cerminkan Keharmonisan Indonesia
Wamen Ekraf mengatakan Harmoni Imlek Nusantara dimulai saat Ramadan untuk menghadirkan keharmonisan antar umat beragama di bulan suci.
IDXChannel - Wamen Ekraf, Irene Umar, sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional menyebutkan Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang mulai digelar pada Minggu (22/2/2026) hingga 3 Maret 2026 mendatang ingin menghadirkan keharmonisan di saat bulan suci Ramadan 1447 H.
"Harmoni Imlek Nusantara, kita pengen menghadirkan keharmonisan yang ada di bawah Ramadan, teman-teman bisa datang ke sini melihat keindahan Indonesia, keberagaman Indonesia yang terwakili di sini, bukan hanya di pentas, kekompakan ini namanya Harmoni Nusantara," ujarnya pada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, tema yang diusung setiap harinya dalam kegiatan itu berbeda-beda yang menunjukan Bhinneka Tunggal Ika. Seperti pada hari pertama bertemakan Korean Day. Pesannya, talenta Indonesia bukan hanya di Indonesia, menjadi raja di negara sendiri, tapi juga merajalela di kancah dunia.
"Ekraf fokusnya di value-added, ada kuliner, ada film, ada musik, semuanya ada di sini, tapi saya tekankan ini panitia nasional, jadi kita nyocok-nyocokin kementerian masing-masing dan semuanya berkontribusi di sini," tuturnya.
Dia membeberkan berbagai kegiatan dan acara dalam gelaran Harmoni Imlek Nasional tersebut, khususnya tempat bermain anak hingga museum terbuka yang jadi tempat belajar akulturasi Tionghoa dan Indonesia. Lalu, ada pula festival UMKM, film, hingga pengecekan kesehatan gratis bermodalkan KTP.
"Kalau sebutin di sini kira-kira 5.000 sampai 10.000 orang, tapi saya cukup yakin itu akan di atas itu karena dari tarawih saja limpah ke sini pasti lebih banyak. Ini lapangan terbuka kenapa enggak tertutup supaya inklusivitas itu bukan sesuatu yang kita omongkan, tapi kita rasakan dalam keseharian kita," kata dia.
"Ada satu program prioritas pemerintah kesehatan gratis. Di sana itu bisa langsung kok pakai KTP, itu cek kesehatannya gratis dan bukan ala-ala, pengen donor darah ada PMI, ada wellness center kita akan menghadirkan akupuntur sama ada pijatnya juga," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menjelaskan, perbedaan Indonesia justru menjadi kekuatan, itulah pesan yang ada dalam kegiatan tersebut.
"Indonesia ini diperjuangkan bersama. Perbedaan itu justru kekuatan kita. Kalau enggak beragam bukan Indonesia namanya. Kekuatannya di situ. Jangan dijadikan kelemahan itu, jadikan kekuatan itu," paparnya.
Pihaknya pun dalam kegiatan itu turut menyiapkan program rumah bersubsidi untuk 100 orang. “Presiden Prabowo sudah kasih BPHTB, Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunannya gratis. PBG-nya, Persetujuan Bangunan Gedung, dulu namanya IMB, gratis ya. Kita siapkan buat 100 orang yang memenuhi syarat," ungkap Maruar lagi.
Sementara itu, Kepala Staf Presiden (KSP), M. Qodari menambahkan, suasana Imlek berjalan secara merata, tak hanya di Jakarta, tapi di daerah lainnya juga. Maka itu, dia menilai imlek menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mendukung kegiatan ini. Jadi betul-betul tahun ini Imlek sesuatu yang menjadi bagian dari masyarakat Indonesia," katanya.
(Febrina Ratna Iskana)