ECOTAINMENT

InJourney Perluas Jaringan Bisnis Pariwisata Lewat JWITF 2026

Kurnia Nadya 16/10/2026 17:57 WIB

Lewat ajang ini, InJourney menawarkan berbagai destinasi dan layanan pariwisata untuk memperluas pemasaran.

InJourney Perluas Jaringan Bisnis Pariwisata Lewat JWITF 2026. (Foto: Kemenpar)

IDXChannel—PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri pariwisata melalui Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF) 2026. 

Lewat ajang ini, InJourney menawarkan berbagai destinasi dan layanan pariwisata untuk memperluas pemasaran ke pasar domestik maupun internasional.

Pameran yang digelar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, mempertemukan InJourney dengan agen perjalanan, operator tur, pengelola perjalanan korporat, pelaku meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE), serta mitra distribusi pariwisata.

Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia mengatakan, jaringan mitra bisnis berperan penting dalam memperkenalkan destinasi dan layanan pariwisata Indonesia kepada lebih banyak calon wisatawan.

“Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan peluang yang dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama distribusi, penjualan, dan kolaborasi komersial yang berkelanjutan,” ujar Veronica.

InJourney menawarkan sejumlah destinasi, antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Portofolionya juga mencakup jaringan hotel InJourney Hospitality serta kawasan pariwisata The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori.

Selain itu, InJourney Aviation Services menawarkan layanan pendukung aviasi dan operasional, sedangkan Sarinah membuka peluang pengadaan produk bagi perusahaan dan pelaku industri pariwisata. Beragam layanan ini dapat menjadi bagian dari paket perjalanan maupun kebutuhan bisnis di sektor pariwisata.

Veronica mengatakan, bentuk kerja sama dapat disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan potensi setiap destinasi.

“Setiap pasar memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami membuka ruang kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan potensi masing-masing destinasi. Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia,” tambah Veronica.

Melalui pertemuan bisnis selama JWITF 2026, InJourney berharap peluang yang muncul dapat berlanjut menjadi kerja sama distribusi, pemasaran, maupun kontrak bisnis setelah pameran berakhir.
 

(Kidung Dhia)

SHARE