Kesepakatan Paramount-Warner Bros Digugat, Transaksi Ditunda hingga 22 Juli 2026
Koalisi negara-negara bagian Amerika Serikat (AS) mempersiapkan gugatan untuk memblokir akuisisi Warner Bros oleh Paramount Skydance senilai USD110 miliar.
IDXChannel - Koalisi negara-negara bagian Amerika Serikat (AS) mempersiapkan gugatan untuk memblokir akuisisi Warner Bros oleh Paramount Skydance senilai USD110 miliar. Gugatan tersebut terkait potensi pelanggaran terhadap undang-undang antimonopoli.
Adapun, saham Paramount Skydance Corp (NASDAQ:PSKY) membalikkan kerugian sebelumnya dan naik 1,7 persen dalam perdagangan pra-pasar, sementara saham Warner Bros Discovery Inc (NASDAQ:WBD) sedikit berubah.
Di sisi lain, transaksi antara Paramount dan Warner Bros yang ditargetkan rampung pekan depan harus ditunda. Paramount dilaporkan telah setuju untuk tidak menyelesaikan transaksi sebelum 22 Juli 2025, atau memperpanjang jangka waktu satu minggu lagi, karena kantor Kejaksaan Agung Oregon meminta lebih banyak waktu untuk meninjau kesepakatan tersebut.
Menurut Reuters pada Rabu (8/7/2026), Kantor Kejaksaan Agung Oregon meminta pengadilan Multnomah County memerintahkan Paramount untuk menyerahkan catatan terkait kesepakatan kedua perusahaan dan menunda transaksi selama 60 hari sementara negara bagian meninjau kesepakatan tersebut.
Paramount sebelumnya telah memberi tahu Oregon bahwa mereka tidak akan menyelesaikan akuisisi sebelum 16 Juli, tetapi merevisi jadwal tersebut selama sidang pendahuluan, dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan menyelesaikan kesepakatan sebelum 22 Juli 2026.
Di sisi lain, Jaksa Agung California Rob Bonta memimpin penyelidikan multi-negara bagian untuk menentukan apakah transaksi tersebut akan secara substansial mengurangi persaingan yang melanggar undang-undang antimonopoli AS.
California, New York, dan beberapa negara bagian lainnya telah memeriksa kesepakatan tersebut selama beberapa minggu karena pejabat negara bagian meningkatkan pengawasan terhadap penggabungan perusahaan besar.
Kesepakatan tersebut bakal menggabungkan dua studio terbesar di Hollywood, termasuk aset film dan televisi Warner Bros dengan Paramount Pictures. Para kritikus, termasuk aktor, penulis, dan operator bioskop, berpendapat bahwa kesepakatan tersebut dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja, lebih sedikit rilis film di bioskop, dan berkurangnya persaingan di seluruh industri hiburan.
Paramount telah membela akuisisi tersebut, dengan mengatakan bahwa skala yang lebih besar diperlukan untuk bersaing dengan platform streaming global dan meningkatnya biaya konten.
CEO Paramount, David Ellison, sebelumnya mengatakan bahwa setelah penggabungan kedua perusahaan maka pihaknya menargetkan merilis sekitar 30 film setiap tahun, dan berupaya mengatasi kekhawatiran oleh pemilik bioskop.
Reuters melaporkan dengan adanya penundaan akuisisi seperti yang diperintahkan pengadilan, maka biaya yang dikeluarkan Paramount bisa lebih tinggi. Berdasarkan perjanjian merger, perusahaan diharapkan membayar pemegang saham Warner Bros Discovery dengan biaya "peningkatan nilai saham" sebesar 25 sen per saham—setara dengan sekitar USD650 juta setiap kuartal—jika transaksi tidak selesai sebelum Oktober.
Secara terpisah, Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Paramount telah menawarkan solusi untuk mengatasi kekhawatiran Komisi Eropa terkait persaingan usaha, termasuk keluar dari usaha patungan distribusi filmnya dengan Universal Pictures.
Setelah pengajuan tersebut, Komisi Eropa memperpanjang tenggat waktu untuk memutuskan merger tersebut menjadi 22 Juli dari 7 Juli 2026 untuk menilai solusi yang diusulkan.
(Febrina Ratna Iskana)