ECOTAINMENT

Menolak Kuno, Laskala Hadirkan Batik Kekinian untuk Milenial

Tim IDXChannel 11/09/2022 13:16 WIB

Laskala Batik yang hadir sebagai brand batik kekinian bagi generasi milenial.

Menolak Kuno, Laskala Hadirkan Batik Kekinian untuk Milenial. (Foto: MNC Media)

IDXChannelBatik merupakan salah satu warisan indonesia yang telah dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2009. Untuk tetap melestarkannya, banyak desainer fesyen yang merancang batik lebih modern dan unik seiring perkembangan zaman.

Salah satunya Laskala Batik yang hadir sebagai brand batik kekinian. Muhammad Lukhcy selaku CEO Laskala Batik terinspirasi membuat brand batik sendiiri, awal mulanya yakni dari kurangnya opsi ukuran batik yang sesuai dengan tubuhnya.

Dia pun menciptakan batik dengan ukuran slim fit khas anak muda. “Pada waktu saya di usia anak muda, saya kesulitan banget cari ukuran batik yang pas di badan, karena rata-rata di lapangan ukuran batik biasanya hanya  reguler, akhirnya muncullah ide cutting dengan ukuran saya sendiri dan ketika dipasarkan banyak yang mau” Ujar Lukhcy pada saat IG Live Break Time @idxchannel pada Rabu (7/9/2022)

Dalam melihat batik sebagai warisan budaya, Lukhcy mengungkapkan bahwa sebagian  masyarakat memakai batik hanya untuk acara formal atau undangan saja, Namun dirinya mematahkan bahwa batik bisa digunakan daily outfit untuk bekerja maupun kegiatan lainnya. 

Dengan persepsi tersebut, Lukhcy ingin berinovasi untuk membuat batik yang motifnya lebih simple sehingga bisa dikombinasikan dengan setelan lain agar bisa diterima oleh milenial

Foto: Dok Laskala

Bisnis batik  yang lahir pada saat awal pandemi 2020 ini awalnya berjualan hanya mengandalkan digital marketing. Namun membuka bisnis di tengah pandemi Laskala batik mempunyai tantangan pula, yakni daya beli masyarakat yang cenderung turun karena daya guna batik rendah karena tidak bisa digunakan kegiatan kemana pun.

Adapun desain yang digunakan Laskala untuk batik-batiknya, lanjut Lukhcy, mengambil referensi dari pasar yang sedang tren saat ini. Laskala juga melakukan kerja sama dengan menggandeng konveksi dari berbagai daerah. Saat ini Laskala mampu mencapai titik puncak dalam bisnisnya setelah turning point selama satu tahun.

(FRI/Ridho Hatmanto)

SHARE