Pasar Industri Game di Indonesia Tembus Rp42 Triliun, Dikuasai Pengembang Asing
Nilai pasar game nasional saat ini diperkirakan mencapai USD2,5 miliar atau setara dengan Rp42 triliun.
IDXChannel - Pasar game di Indonesia dinilai menjanjikan. Nilai pasar game nasional saat ini diperkirakan mencapai USD2,5 miliar atau setara dengan Rp42 triliun.
Berdasarkan Agate Whitepaper 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari sisi jumlah unduhan game. Selain itu, jumlah pemain game di Tanah Air mencapai lebih dari 192 juta gamer atau sekitar 43 persen dari total pemain game di Asia Tenggara.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, industri game merupakan sumber kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang memiliki rantai nilai ekonomi panjang.
Dia menyebut, monetisasi industri game tidak hanya terbatas pada penjualan game atau isi ulang (top up), tetapi juga mencakup berbagai sektor turunan seperti merchandise, komik, animasi, hingga kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ritel.
”Dalam konteks perdagangan, game merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).
Kendati demikian, besarnya potensi pasar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pengembang game lokal. Saat ini, nilai pasar game asing di Indonesia masih lebih besar dibandingkan game buatan dalam negeri.
Menurut Roro, tantangan utama yang dihadapi pengembang game nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk. Kendala justru berada pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.
Dia pun menekankan pentingnya pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif bagi pengembang game lokal, guna menjembatani tingginya antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
“Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan game yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang game nasional," katanya.
Roro optimistis, dengan sinergi yang kuat, industri dan ekosistem game Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.
(Rahmat Fiansyah)