ECOTAINMENT

Penanganan Kebakaran Rampung, Kawasan Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka

Avirista M/Kontributor 18/09/2026 17:31 WIB

Setelah ditutup untuk kedua kalinya karena kebakaran, Kawasan Wisata Gunung Bromo kembali dibuka usai proses pemadaman berakhir.

Penanganan Kebakaran Rampung, Kawasan Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka. (Foto: MNC Media/Avirista)

IDXChannelWisata Gunung Bromo kembali dibuka usai penanganan kebakaran rampung. Sebelumnya, akses Gunung Bromo ditutup sejak 10 September 2026 saat kedua kalinya kawasan tersebut terbakar.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengungkapkan, sejak titik api kembali terdeteksi di wilayah Gunung Bromo, akses wisata memang kembali ditutup meski sebelumnya sempat dibuka pada periode Agustus 2026 lalu.

"Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan melibatkan berbagai unsur dan pihak terkait di kawasan Gunung Bromo sejak 10 September 2026," kata Rudijanta Tjahja Nugraha, melalui keterangan tertulisnya, Jumat sore (18/9/2026).

Setelah 8 hari penanganan kebakaran dan proses pendinginan, api di kawasan Gunung Bromo yang membakar Blok Jemplang, Lembah Watangan, Bukit Kentongan, hingga Blok Pengol dinyatakan padam secara total. Pengelola dari BB-TNBTS sudah mengevaluasi dan memutuskan untuk membuka aktivitas wisata.

"Kawasan wisata Gunung Bromo dinyatakan dapat dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 00.01 WIB," ucapnya.

Pihaknya mengimbau wisatawan yang sudah memesan tiket untuk tanggal 19-30 September 2026 dapat menggunakan tiket tersebut untuk melakukan kunjungan sesuai tanggal yang tercantum pada tiket, tanpa perlu melakukan pembelian tiket kembali. 

Sementara bagi yang sebelumnya sudah membeli tiket ketika wisata ditutup, penjadwalan ulang kunjungan wisata bisa dilakukan melalui laman resmi BB-TNBTS.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan seluruh pihak yang melakukan aktivitas wisata untuk mematuhi seluruh ketentuan kunjungan serta arahan dan petunjuk petugas di lapangan, termasuk apabila terdapat pembatasan atau pengaturan akses pada lokasi tertentu sesuai kondisi kawasan.

"Kedua, kami imbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu atau menjadi sumber kebakaran, termasuk membuat api unggun atau perapian, membakar sesuatu, serta membuang puntung rokok, korek api, atau benda lain yang berpotensi menjadi sumber api," ungkap dia.

Rudi, sapaan akrabnya, juga meminta pengunjung dan pelaku wisata menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kelestarian kawasan, serta tidak mengganggu kegiatan pemantauan, patroli, pengamanan, dan penanganan kebakaran yang masih dilakukan oleh petugas.

"Tetap mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran kembali," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, titik api baru muncul di kawasan Savana Pengol, pada Kamis malam (10/9/2026). Titik api itu kemudian meluas ke perbukitan di sekitarnya hingga memasuki Savana Lembah Watangan. Kencangnya angin yang berhembus membuat api cepat menyebar.

Pengelola sempat menutup titik masuk dari Malang, meski dua titik masuk dari wilayah Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, masih dibuka, sebelum akhirnya ditutup total pada Sabtu malam ini (12/9/2026).

Kebakaran ini menjadi yang kedua kalinya pascakebakaran besar melanda sejak 3 Agustus 2026 hingga 18 Agustus 2026 lalu. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 1.126 hektare hutan dan lahan di Gunung Bromo, yang membuat akses wisata ditutup total.

Pembukaan kegiatan wisata sendiri baru berjalan sejak 20 Agustus 2026. Setelah tim Satuan Tugas (Satgas) Pemadaman Api Bromo berkoordinasi dan memastikan api sudah padam serta aman bagi wisatawan masuk.

(Nadya Kurnia)

SHARE