ECOTAINMENT

Permintaan Barang Mewah Turun, LVMH Dikabarkan Akan Jual Beberapa Brand

Kurnia Nadya 06/05/2026 15:27 WIB

Pelepasan aset-aset yang dianggap tidak menghasilkan keuntungan ini adalah langkah LVMH untuk mengelola biaya operasional usaha.

Permintaan Barang Mewah Turun, LVMH Dikabarkan Akan Jual Beberapa Brand. (Foto: Tradingview)

IDXChannelLVMH dikabarkan akan menjual fashion label Marc Jacobs, kepemilikan sahamnya pada Fenty Beauty, dan Joseph Phelps Vineyards. Aksi korporasi ini dilakukan di tengah permintaan segmen luxury yang menurun. 

Melansir CNA (6/5/2026), jika penjualan berhasil, ketiga aset ini akan menghasilkan miliaran euro bagi perusahaan untuk diinvestasikan kembali dan menambah deretan merek yang telah dilepas oleh LVMH. 

Dalam satu tahun terakhir, perusahaan barang mewah yang dipimpin oleh Bernard Arnault ini telah melepas kepemilikan atas sejumlah brand. Yakni Off-White, DFS, dan 49 persen kepemilikan saham di Stella McCartney. 

Pelepasan aset-aset yang dianggap tidak menghasilkan keuntungan ini adalah langkah LVMH untuk mengelola biaya operasional usaha yang kini menaungi 75 brand fashion dan gaya hidup mewah.

Saat ini, LVMH tengah memfokuskan diri pada brand-brand yang mendatangkan pemasukan tinggi seperti Louis Vuitton dan Dior. Dua brand andalan LVMH ini pun mencatatkan penurunan penjualan sejak 2023. 

“LVMH jelas-jelas tengah mengecek mana brand yang kurang menghasilkan di portofolio mereka, brand mana yang menyeret margin grup,” tutur analis Bernstein Luca Solca. 

Pelepasan aset ini dianggap sebagai keputusan perusahaan yang tidak biasa, bukan tradisi Bernard Arnault, yang notabene membangun perusahaan ini dengan rangkaian akuisisi, dan tidak semua akuisisi dikabarkan secara positif oleh media pada masanya. 

Sejak tahun 2000, LVMH telah mengambil alih 206 brand. Termasuk pembelian produsen perhiasan terkenal asal Amerika, Tiffany, senilai USD16 miliar, dan pembelian Bvlgari senilai USD4,3 miliar. 

Pada periode yang sama, LVMH menjual 122 brand dalam portofolionya, tetapi dalam skala kecil. Seperti brand fashion Donna Karan dan brand kaos Thomas Pink. 

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah LVMH lebih sering merampingkan struktur portofolionya alih-alih menambah aset dalam portofolionya,” tutur seorang analis segmen luxury. 

Namun, dengan jumlah utang yang terbatas dan arus kas bernilai lebih dari EUR11 miliar hingga 2025, LVMH disebut tidak terburu-buru menjual aset-aset tersebut. 

Selain Marc Jacobs, Fenty Beauty yang didirikan oleh Rihanna, dan produsen wine Joseph Phelp Vineyard, LVMH juga dikabarkan tengah menjajaki peluang penjualan brand kecantikan seperti Make Up Forever dan Fresh. 

Penjualan dua brand kosmetik itu akan membantu LVMH untuk fokus pada bisnis Diot Beauty dan Guerlain. Sementara itu, brand Marc Jacobs dikabarkan akan dilepas ke Authentic Brands Group dengan nilai penjualan USD1 miliar.  

Sebagai tambahan informasi, LVMH memiliki 50 persen saham di Fenty Beauty, brand produk kecantikan yang didirikan oleh Rihanna, dengan nilai sekitar EUR1,5 miliar hingga EUR2,5 miliar. 


(Nadya Kurnia)

SHARE