Abak Academy Gandeng UGM–BRIN Bangun Ekosistem Peneliti Remaja lewat KREASI 2026
Abak Academy bersama FMIPA UGM dan Pusat Riset Kependudukan BRIN memperkuat ekosistem peneliti remaja melalui KREASI 2026 tingkat SMA/MA sederajat.
IDXChannel – Abak Academy berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ekosistem peneliti remaja melalui Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang SMA/MA sederajat. Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Yogyakarta ini diikuti sekitar 388 tim finalis dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Makkah. Mereka terpilih dari 650 tim yang mengirimkan laporan akhir penelitian setelah melalui tahapan pengajuan proposal dan pendampingan daring.
Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Dr. Ali Yansyah Abdurrahim, menegaskan bahwa KREASI merupakan investasi strategis untuk menumbuhkan budaya ilmu pengetahuan dan inovasi sejak usia muda. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya menggunakan pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakannya dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung tinggi integritas ilmiah, menjaga kejujuran, serta terbuka terhadap kritik. Keberhasilan peneliti, ujarnya, tidak semata-mata diukur dari penghargaan, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dukungan BRIN terhadap pengembangan peneliti muda diperkuat melalui kerja sama antara Pusat Riset Kependudukan BRIN dan Yayasan Abak Cendikia yang ditandatangani pada 8 Juli 2026. Kerja sama tersebut mencakup pembinaan penelitian bagi guru dan remaja, peningkatan kapasitas, seminar, lokakarya, pendampingan, pertukaran pengetahuan, hingga publikasi ilmiah. Dalam KREASI 2026, sebanyak 13 peneliti BRIN terlibat, terdiri atas delapan peneliti dari Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora serta lima peneliti dari unit lainnya.
Dukungan terhadap riset remaja juga disampaikan Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan, Muhamad Abduh, dalam sambutan penutupan. Ia menilai KREASI sejalan dengan semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan pembelajaran STEM Nasional, “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta”. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga nonpemerintah seperti Abak Academy dapat memperluas kesempatan siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan riset.
Abduh menambahkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, menilai kualitas informasi, dan menguji kebenaran berdasarkan bukti. Karena itu, pendidikan perlu membangun kreativitas, integritas, serta tanggung jawab atas dampak sosial dari inovasi, bukan sekadar mengajarkan penggunaan teknologi.
Direktur Abak Academy sekaligus inisiator KREASI, Munasprianto Ramli, mengajak peserta untuk terus meneliti, membangun jejaring, dan berkolaborasi. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan peneliti andal yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan menjawab persoalan masyarakat. Peserta yang belum meraih medali juga didorong untuk tidak menyerah, mengingat penelitian merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba.
Senada dengan itu, Wakil Dekan FMIPA UGM Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Inovasi, Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si., mengingatkan bahwa medali hanyalah bonus dari proses penelitian. Hal yang lebih penting adalah mengembangkan hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mendorong peserta menjadikan penelitian sebagai sarana untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar, bukan semata-mata untuk meraih penghargaan.
KREASI 2026 melibatkan dewan juri dari BRIN, FMIPA UGM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) Universitas Indonesia. Pada akhir kompetisi, MAN 4 Jakarta meraih juara umum pertama dengan dua medali emas dan tiga medali perak. Posisi kedua diraih MAN 2 Kudus dengan dua medali emas dan satu medali perak, sedangkan SMA Sabilillah Malang menempati posisi ketiga.
Melalui KREASI 2026, Abak Academy bersama FMIPA UGM dan Pusat Riset Kependudukan BRIN berharap dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan masyarakat.