Sampah Plastik Aktivitas Penerbangan Masuk Ekosistem Daur Ulang
Sampah plastik dari aktivitas penerbangan tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diarahkan kembali ke rantai daur ulang sehingga memiliki nilai guna dan ekonomi
IDXChannel - AQUA dan Citilink memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan melalui program Semangat Gerak. Sampah plastik yang terkumpul selama penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke ekosistem daur ulang untuk kembali dimanfaatkan sebagai material bernilai ekonomi.
Bali menjadi salah satu wilayah yang dipilih sebagai proyek percontohan inisiatif tersebut. Kolaborasi ini menghubungkan sektor transportasi udara dengan ekosistem pengelolaan dan daur ulang sampah di tingkat lokal.
CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan, mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan melalui kolaborasi lintas industri. “Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular,” ujarnya.
Di Bali, AQUA telah mengembangkan sejumlah inisiatif pengelolaan sampah, mulai dari sistem pengumpulan hingga penyediaan tempat sampah terpilah dan Reverse Vending Machine (RVM). Secara nasional, AQUA bersama mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang.
Sementara itu, Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan perjalanan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui inisiatif ini, sampah plastik dari aktivitas penerbangan tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diarahkan kembali ke rantai daur ulang sehingga memiliki nilai guna dan ekonomi.