FOTO

Satu Abad Panas Bumi, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pengembangan Kamojang

Yudistiro Pranoto 29/06/2026 16:47 WIB

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus memperkuat pemanfaatan energi panas bumi

IDXChannel - Memasuki satu abad pengembangan panas bumi di Indonesia, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus memperkuat pemanfaatan energi panas bumi sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih. Perjalanan tersebut berawal dari ditemukannya potensi panas bumi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 1926. Kini, kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan panas bumi nasional yang menopang pasokan listrik berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, perjalanan panjang pengembangan panas bumi di Kamojang membuktikan bahwa energi bersih mampu menjadi fondasi ketahanan energi sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan yang dilanjutkan Pertamina melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sejak 1983 menjadi tonggak penting ketika energi fosil masih mendominasi kebutuhan nasional. “Panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia,” ujar Baron saat berkunjung ke PGE Area Kamojang, Jumat (26/6).

Saat ini, PLTP Kamojang mengoperasikan lima unit pembangkit dengan total kapasitas terpasang 235 megawatt (MW). Fasilitas tersebut mampu memasok listrik stabil bagi lebih dari 260.000 keluarga setiap hari. Sepanjang 2025, PLTP Kamojang membukukan produksi listrik sebesar 1.806,41 gigawatt hour (GWh), meningkat 1,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi di antara seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola PGE. Selama tiga tahun berturut-turut, pembangkit ini juga mencatatkan rekor produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah operasinya.

Keandalan operasi PLTP Kamojang turut mendukung agenda transisi energi nasional melalui pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton CO₂ per tahun. Kontribusi tersebut dinilai penting dalam meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060. Sebagai sumber listrik baseload, panas bumi dinilai mampu menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dan berkelanjutan.

Selain menghasilkan energi ramah lingkungan, pengembangan panas bumi di Kamojang juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Pjs. General Manager PGE Area Kamojang Manda Wijaya Kusuma menegaskan bahwa pengelolaan panas bumi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keandalan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan aspek operasi, keselamatan, keandalan aset, serta integritas dalam menjalankan seluruh proses bisnis,” katanya. Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi dorongan bagi PGE untuk terus mengoptimalkan pengelolaan aset panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi masyarakat dan Indonesia.

SHARE