INSPIRATOR

3 Kisah Contoh Inspiratif Tentang Ibu yang Layak Dibaca

Mohammad Yan Yusuf 03/04/2023 14:23 WIB

Beberapa contoh inspiratif tentang ibu ini layak untuk diceritakan. Bagaimana tidak, mereka berjuang dan menjadi motivasi.

3 Kisah Contoh Inspiratif Tentang Ibu yang Layak Dibaca. (FOTO ; MNC MEDIA)

IDXChannel - Beberapa contoh inspiratif tentang ibu ini layak untuk diceritakan. Bagaimana tidak, mereka berjuang dan menjadi motivasi.

Seperti diketahui, ibu merupakan orang yang paling mulia. Suksesnya seorang anak sudah pasti karena ridho orang tua, tidak terkecuali ibu.

Lantas apa saja contoh inspiratif tentang ibu? Simak kisahnya yang kami sadur dari media nasional dengan judul ‘10 Contoh Cerita Inspiratif tentang Ibu yang Kaya Akan Pesan Moral’. 

Contoh Inspiratif Tentang Ibu

Kami mencatat ada tiga kisah inspiratif yang layak kita coba. Apa saja itu. 

1. Bunga untuk Ibu

Gerai bunga milik Pak Mulham tengah ramai dikunjungi oleh pembeli. Ia pun sibuk memindahkan ratusan karangan bunga ke atas mobil pikap miliknya. Dalam kesibukannya, bocah laki-menghampirinya, dan berkata.

“Maaf, Pak, kalau harga karangan bunga yang kecil itu berapa?"

Pak Mulham menghiraukannya untuk beberapa saat, kemudian menjawab, “lima puluh ribu, dik", jawabnya.

"Maaf, Pak, apakah ada yang tiga puluh ribu saja?" balas bocah itu.

Kali ini pak Mulham menatap wajah bocah itu dan tersadar tampaknya bocah itu masih duduk di bangku SD. Pak Mulham kemudian melanjutkan percakapan,

"Untuk siapa bunganya, Dik? Bunganya boleh diambil dengan tiga puluh ribu saja," jawabnya sambil tersenyum.

"Terima kasih, Pak, untuk Ibu saya".

"Adik ke sini jalan kaki? Pulangnya ke mana?"

"Ke arah Samata, Pak", jawab gadis itu.

"Saya juga kebetulan menuju ke arah sana, kalau mau sekalian bapak antar saja".

Awalnya, bocah itu tampak ragu, namun akhirnya menerima tawaran Pak Mulham. Keduanya berangkat membawa satu karangan bunga tersebut.

"Adik nanti bilang aja berhentinya di mana ya".

"Iya, Pak, sebentar lagi juga sampai". jawab si bocah.

Tak lama, dari kejauhan Pak Mulham melihat kerumunan di dekat gapura pemakaman umum.

"Inalillahi, sepertinya ada yang sedang dimakamkan, Dik", ucap Pak Mulham sambil memelankan laju kendaraannya.

Bocah itu tidak menggubrisnya dan malah meminta pak Mulham untuk menghentikan mobilnya.

"Saya turun di depan, Pak".

Pak Mulham kemudian menepikan mobilnya tepat di depan gapura pemakaman umum yang telah ia lihat dari kejauhan. Bocah lelaki itu lalu turun dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Mulham dengan senyum yang menutupi air matanya. Pak Mulham terdiam sejenak sambil melihat bocah itu memasuki gerbang pemakaman.

Ia lantas memutarbalikkan mobilnya dan menancap gas sekencang-kencangnya. Ia sudah tidak memedulikan pesanan bunga yang harus diantarkannya. Pikirannya hanya tertuju pada rumah orang tuanya yang berjarak cukup jauh dari kota itu.

Sudah dua tahun lebih Pak Mulham belum sempat pulang untuk menjenguk ibunya. Melihat peristiwa tadi, ia sadar betapa beruntungnya bahwa ibunya masih diberi kesehatan sehingga masih mampu menginjakkan kakinya di dunia ini. 

Padahal, perempuan tadi tampak masih sangat muda dan kemungkinan besar ibunya pun meninggal di usia yang jauh lebih belia dibandingkan dengan orangtua Pak Mulham. Terkadang apa yang kita miliki baru terasa ketika cerminan pahitnya berdiri di depan kita.

3 Kisah Contoh Inspiratif Tentang Ibu yang Layak Dibaca. (FOTO ; MNC MEDIA)

2. Selamat Hari Ibu!

Aku ingat, saat usia belasan, teman-temanku sangat sibuk membuat pernak-pernik atau hadiah saat hari ibu tiba. Tetapi, aku hanya melihat mereka membungkus kado warna warni dan menuliskan kalimat-kalimat manis untuk ibu mereka masing-masing. 

Sementara aku, lelaki yang sejak umur belasan sudah memiliki sifat dingin rasanya tak punya waktu untuk menbuat hal remeh seperti itu. Ya, karena aku tak punya waktu.

Sejak subuh, aku membantu ibuku di pasar untuk menjual sayuran. Pukul tujuh aku harus berangkat sekolah dan Ibu masih sempat masak dan memberiku bekal makan siang. 

Ya walaupun Cuma sayur kangkung dan telor aja setiap harinya. Setelah pulang sekolah, aku mengerjakan PR dan langsung membantu ibuku kembali di ladang. 

Ladang yang tak seberapa itu emang peninggalan almarhum ayah dan menjadi sumber pendapatan kami. Sore tiba Ibu masih mengajarkan aku dan teman-temanku mengaji. Jadi, setiap hari, aku selalu bareng Ibu.

Pernah suatu ketika aku berbicara pada Ibu, bahwa aku tidak memberikan hadiah apa-apa di Hari Ibu. Lalu, ibuku pun menjawab,

“Ibu nggak perlu hadiah apa-apa. Kamu selalu sehat dan berbakti sama Ibu aja itu juga hadiah” entah mengapa aku merasakan ucapan Ibu sangat tulus. Apalagi sambil mengelus-elus kepalaku yang waktu itu aku sedang tiduran di pangkuannya.

Barulah, setelah dewasa, aku mengerti maksudnya. Karena berasal dari sumber harapan Ibu, aku pun berhasil memberikan hadiah yang belasan tahun lalu aku tak mampu membelinya. 

Setelah mendapatkan gaji pertama setelah lulus kuliah, aku langsung membelikan kalung emas s bermata yang sangat cocok dipakai Ibu. Bagiku, Ibu adalah sumber inspirasi pertama yang sangat dekat denganku. 

Di hari ibu ini, aku akhirnya melakukan apa yang ingin kulakukan dari dulu: memasangkan kalung emas tersebut di leher Ibu sambil mengucapkan ‘Selamat hari ibu, Bu.”

3. Si Penjual Tempe

Cerita ini tentang kisah seorang penjual tempe, sebut saja dia dengan nama Hasan. Dia memiliki keluarga kecil yang sederhana dan tinggal bersamanya di kota.

Sedangkan ibunya tinggal di pedesaan yang jauh dari kota tempat ia tingga, jaraknya sekitar 2 hari perjalanan jika menggunakan sepeda.

Biasanya, sesekali, Hasan akan mengunjungi ibunya tersebut meskipun harus melewati perjalanan yang sangat jauh.

Suatu hari, Hasan mendapatkan kabar bahwa ibunya sedang terbaring sakit.

Ia pun segera mencari cara supaya ia tetap bisa bekerja mencari nafkah untuk anak dan istrinya, namun tetap bisa merawat ibunya yang sedang sakit tersebut.

Akhirnya, Hasan memilih untuk berjualan tempe yang ia buat dari rumahnya yang berada di kota, namun menjualnya di pasar desa tempat ibu Hasan tinggal.

Hasan akan membuat tempe mentah dari rumahnya, kemudian bersepeda sepanjang 2 hari menuju desa tempat ibunya tinggal.

Maka, apabila ia sudah sampai di desa ibunya, tempe-tempe yang sudah dibuat tersebut akan matang dan siap dijual.

Meskipun melelahkan, Hasan menjalani hari-harinya tersebut dengan senang hati sambil merawat ibunya yang sedang sakit.

Suatu ketika, tempe yang ia bawa dari kota tidak kunjung matang. Bahkan sampai di pasar desa pun, tempe-tempe tersebut masih belum matang.

Mendapati hal ini, Hasan pun merasa sedih dan sang ibu yang melihatnya sedang murung berkata, “Tidak apa-apa nak. Rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT. Ibu akan selalu mendoakan kamu”.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba seseorang dengan mobil yang mewah datang ke rumah Hasan.

Ternyata orang tersebut adalah pengusaha kaya raya yang hendak berpergian ke luar negeri dan membutuhkan tempe-tempe yang belum matang untuk di bawa ke sana.

Ternyata, Allah menjawab doa ibu Hasan yang tulus dan memberinya rezeki saat hari itu juga.

Ingatlah bahwa di balik setiap kesuksesan seorang anak, ada satu do’a ibunya telah dikabulkan oleh Tuhan.

Itulah penjelasan contoh inspiratif tentang ibu. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda. (MYY)

SHARE