INSPIRATOR

Bos Gojek Muncul di Istana Jelang Pengumuman Kabinet, Ini Profil Nadiem

Fahmi Abidin 21/10/2019 11:30 WIB

Jelang pengumuman kabinet baru Joko Widodo jilid II, Bos Gojek Nadiem Makarim muncul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (21/10).

Bos Gojek Muncul di Istana Jelang Pengumuman Kabinet, Ini Profil Nadiem. (Foto: Ist)

IDXChannel – Jelang pengumuman kabinet baru Joko Widodo jilid II, Bos Gojek Nadiem Makarim muncul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (21/10), yang digadang-gadang menjadi salah satu calon menteri.

Gojek sejatinya perusahaan transportasi online Indonesia besutan Nadiem Makarim dengan sepak terjangnya tak diragukan lagi di Indonesia bahkan hadir di beberapa negara Asia Tenggara. Pria bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim ini lahir di Singapura, pada 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim, pengacara asal Minangkabau dan Atika Algadrie wanita keturunan Arab.

Sejatinya Nadiem memiliki dua saudara kandung perempuan, dan seorang istri bernama Franka Franklin. Dari pernikahannya pada 2014 ini, Nadiem dan Franka dikaruniai seorang putri bernama Solara Franklin Makarim.

Setelah lulus SMA di Singapura, Nadiem melanjutkan pendidikannya pada 2002 hingga 2006 di Brown University, Amerika Serikat, dengan jurusan International Relations dan mengikuti program exchange di London School of Economic selama dua tahun.

Meneruskan pendidikannya tiga tahun kemudian, Ia melanjutkan studi di Harvard Business School, Harvard University hingga menyandang gelar MBA. Pada 2006, Nadiem lalu merintis karier sebagai konsultan manajemen di perusahaan Mckinsey & Company selama tiga tahun. Setelahnya, ia pernah menjabat sebagai Co-Founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.

Cerita berlanjut pada 2011, Nadiem memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri bernama Gojek. Dengan bekerjasama dengan tukang ojek untuk menawarkan kemudahan dan kecepatan kepada masyarakat Indonesia.

Gojek menawarkan jasa transportasi motor dan mobil, pengantaran barang, makanan dan jasa berbelanja atau pembelian tiket. Merintis dari hanya 20 driver dengan sistem via telepon call center hingga akhirnya Gojek mendapat suntikan dana dari Northstar Group asal Singapura pada 2014 yang membantu perilisan aplikasi mobile yang menarik minat pengguna.

Saat ini Gojek berhasil berkontribusi sebesar Rp9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia dan merupakan perusahaan yang masuk level decacorn, yaitu perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari USD10 miliar. (*)

SHARE