MARKET NEWS

10 Saham Paling Banyak Dijual Asing di April, Bank Besar hingga Konglo

TIM RISET IDX CHANNEL 01/05/2026 11:45 WIB

Tekanan jual investor asing membayangi pasar saham domestik sepanjang April 2026.

10 Saham Paling Banyak Dijual Asing di April, Bank Besar hingga Konglo. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Tekanan jual investor asing membayangi pasar saham domestik sepanjang April 2026.

Di pasar reguler, asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp17,72 triliun, seiring pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun sekitar 1,30 persen selama sebulan terakhir ke level 6.956,80 hingga Kamis (30/4/2026).

Aksi jual ini terutama menghantam saham-saham bank berkapitalisasi besar.

Tiga emiten perbankan utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), menjadi kontributor terbesar net sell asing, sekaligus memberi tekanan signifikan terhadap pergerakan IHSG.

BBRI mencatatkan net sell terbesar dengan nilai mencapai Rp6,16 triliun, diikuti BBCA sebesar Rp5,70 triliun, dan BMRI sekitar Rp4,64 triliun.

Sejalan dengan itu, kinerja harga ketiganya juga terkoreksi signifikan dalam sebulan terakhir, masing-masing turun -10,21 persen, -9,30 persen, dan -6,99 persen.

Selain sektor perbankan, tekanan jual asing juga menyasar saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok konglomerasi.

Dari kelompok Bakrie dan Salim, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat dilepas asing sebesar Rp1,17 triliun, meski secara harga justru masih menguat 11,11 persen dalam sebulan.

Sementara itu, dari Grup Barito, dua emiten yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk dalam daftar net sell asing.

BRPT mencatatkan net sell Rp405,99 miliar dengan lonjakan harga signifikan 34,43 persen, sedangkan PTRO dilepas asing sebesar Rp375,25 miliar dan masih menguat 13,48 persen.

Di luar itu, saham-saham lain yang juga mengalami tekanan jual asing antara lain PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dengan net sell Rp1,39 triliun (kinerja 6,86 persen), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp607,02 miliar (naik 5,88 persen).

Kemudian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp399,19 miliar (naik 3,66 persen), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp256,72 miliar yang justru melemah -15,66 persen.

Secara keseluruhan, derasnya arus keluar dana asing terjadi di tengah kombinasi sentimen global dan domestik.

Isu terkait MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga pelemahan rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.370 per dolar AS, menjadi faktor utama yang menekan minat risiko investor terhadap aset di pasar berkembang, termasuk Indonesia. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE