20 Saham Top Loser Perdagangan Maret 2026, INDS Catatkan Penurunan Terdalam
Deretan top loser dipimpin oleh PT Indospring Tbk (INDS) dengan penurunan sebesar 67,64 persen.
IDXChannel—Apa saja saham yang masuk dalam deretan top loser pada perdagangan sepanjang Maret 2026? Bulan lalu, seluruh indeks sektoral saham di bursa efek mencatatkan penurunan kinerja harga.
Indeks konsumen siklikal IDXCYCLIC menurun paling dalam, sebesar 19,81 persen dalam satu bulan. Lalu diikuti oleh IDXBASIC (bahan baku) dengan penurunan kinerja sebesar 19,51 persen.
Pada urutan ketiga dan keempat adalah IDXINDUSTRY dan IDXINFRA dengan masing-masing penurunan sebesar 14,82 dan 14,80 persen. Lalu IDXPROPERTY berada di urutan kelima dengan penurunan 14,54 persen.
Kelima indeks sektoral ini mencatatkan penurunan kinerja melampaui penurunan kinerja bulanan IHSG (-14,42 persen).
Deretan top loser dipimpin oleh PT Indospring Tbk (INDS) dengan penurunan sebesar 67,64 persen. Pada awal bulan, INDS diperdagangkan di kisaran Rp1.230 per unit, lalu ditutup pada akhir bulan di harga Rp398 per unit.
Pada urutan kedua adalah PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT) yang menurun 65,53 persen. Disusul oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang mencatatkan penurunan sebesar 63,45 persen.
Lalu di urutan keempat dan kelima adalah PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dengan penurunan masing-masing sebesar 58,59 persen dan 56,67 persen.
Berikut ini adalah 20 saham top loser sepanjang perdagangan Maret 2026:
- INDS -67,64 persen
- FITT -65,53 persen
- FILM -63,45 persen
- RONY -58,59 persen
- DPUM -56,67 persen
- BNBR -51,40 persen
- ZATA -50,92 persen
- LCKM -47,14 persen
- MLPT -46,48 persen
- FOLK -46,35 persen
- OASA -43,60 persen
- TRUK -42,36 persen
- DEFI -42,15 persen
- PPRE -41,74 persen
- INDO -40,78 persen
- GTSI -40,00 persen
- DAAZ -39,80 persen
- MDIA -39,29 persen
- RISE -39,25 persen
- BIPI -38,78 persen
Deretan top loser perdagangan bulan lalu berisi saham dari beragam sektor. Namun, yang paling dominan adalah sektor logistik dan perkapalan (TRUK, GTSI), dan saham-saham yang dikaitkan dengan proyek PSEL (waste to energy).
Itulah deretan saham top loser sepanjang Maret 2026.
(Nadya Kurnia)