7 Saham Banking dengan PBV di Bawah 1 Awal April 2026, Intip Daftar Emitennya
Sejumlah saham banking tengah diperdagangkan di bawah harga wajarnya, data dihimpun per 1 April 2026.
IDXChannel—Simak deretan saham banking dengan PBV di bawah 1. Price to book value atau PBV adalah rasio valuasi yang umum digunakan oleh investor untuk menilai apakah suatu saham mahal atau tidak berdasarkan nilai wajarnya.
PBV diperoleh dengan membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku atau nilai wajarnya. Jika rasio PBV menunjukkan 1, berarti harga pasar suatu saham dianggap selaras dengan nilai wajarnya atau sedang diperdagangkan pada nilai wajar.
Jika rasio PBV menunjukkan 0,5 dan angka seterusnya di bawah 1, maka dapat diartikan bahwa saham tersebut sedang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Hal ini dapat diartikan juga bahwa saham tersebut sedang undervalued.
Sebaliknya, jika rasio PBV menunjukkan angka lebih dari 1, maka harga pasarnya sedang tinggi, atau saham tersebut sedang diperdagangkan beberapa kali lipat dari harga aslinya. Semakin tinggi skor PBV, semakin ‘mahal’ saham dari nilai aslinya.
Investor dengan metode value investing umumnya mencari saham-saham dengan skor PBV di bawah 1, dibarengi dengan analisis fundamental yang mendalam. Sebab PBV tidak dapat dijadikan landasan keputusan investasi sepenuhnya.
Karena ada faktor-faktor yang menyebabkan suatu saham dihargai mahal dan murah. Secara bersamaan, saham yang sedang dihargai murah bukan berarti saham berfundamental buruk, dan saham yang sedang dihargai mahal bukan berarti memiliki fundamental baik.
Bisa juga sebaliknya: saham yang berfundamental bagus dihargai murah karena pengaruh eksternal, atau saham yang berfundamental kurang bagus dihargai mahal karena pasar tengah euforia.
Berikut ini adalah sejumlah saham banking dengan PBV masih di bawah 1 yang dapat dipertimbangkan oleh investor.
7 Saham Banking dengan PBV di Bawah 1 (1 April 2026)
Pada urutan pertama ada PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dengan skor PBV 0,41. Saat ini PNBN tengah diperdagangkan di harga Rp945 per unit, sementara book value-nya adalah Rp2.282 per saham.
Kemudian ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dengan PBV sebesar 0,46. Harga pasarnya saat ini mencapai Rp2.560 per saham, sedangkan nilai buku per sahamnya mencapai Rp5.552 per saham.
Pada posisi ketiga ada PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) dengan skor PBV sebesar 0,47. Harga pasarnya adalah Rp204 per unit pada Rabu (1/4/2026), sedangkan nilai buku per sahamnya mencapai Rp425 per saham.
Pada urutan keempat ada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang skor PBV-nya mencapai 0,50. Sementara harga pasarnya saat ini Rp1.280 per saham, adapun harga wajarnya adalah Rp2.580 per saham.
Kelima, ada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan PBV 0,77. Harga pasar BNGA saat ini adalah Rp1.785 per saham, sedangkan book value-nya adalah Rp2.304 per saham. Pada urutan keenam adalah PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).
NISP diperdagangkan di harga Rp1.485 per saham, sementara nilai bukunya adalah Rp1.911 per saham, yang artinya NISP diperdagangkan 0,78 (PBV) dari harga wajarnya. Terakhir, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
BBNI mencatat skor PBV 0,82 pada 1 April 2025, tak lama setelah pembagian dividen. Sementara nilai buku saham ini adalah Rp4.604 per saham. Sementara pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, BBNI diperdagangkan di kisaran Rp3.770 per saham.
Berikut ini adalah daftar saham banking dengan PBV di bawah 1 pada awal April 2026:
- PNBN 0,41
- BDMN 0,46
- BNII 0,47
- BBTN 0,50
- BNGA 0,77
- NISP 0,78
- BBNI 0,82
Itulah 7 saham banking dengan PBV di bawah 1 hingga April 2026.
(Nadya Kurnia)