MARKET NEWS

AADI Bukukan Laba Bersih Rp12,5 Triliun Sepanjang 2025, Turun 37 Persen

Rahmat Fiansyah 08/03/2026 11:53 WIB

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja keuangan pada 2025 dengan penurunan laba bersih hingga 37 persen.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja keuangan pada 2025 dengan penurunan laba bersih hingga 37 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja keuangan pada 2025. Pendapatan usaha dan laba bersih emiten batu bara termal itu melemah.

Sepanjang tahun laku, pendapatan AADI tercatat turun 4,3 persen dari USD5,2 miliar menjadi USD4,91 miliar atau setara dengan Rp80,9 triliun Sementara itu, laba bersih perseroan anjlok 37 persen menjadi USD760,2 juta atau setara dengan USD12,5 triliun.

Pendapatan AADI ditopang oleh penjualan batu bara 68,73 juta ton (+6 persen) dengan produksi 65,82 juta ton (+4 persen). Pengupasan lapisan penutup naik 2 persen menjadi 291,74 juta bcm.

Pada 2026, perseroan membidik penjualan 71,94 juta ton dan produksi 65,82 juta ton dengan penyesuaian RKAB.

Pada 2025, AADI mengirimkan 71 persen batu bara untuk PLTU dan 29 persen sisanya ke industri semen dan lain-lain. Penjualan batu bara terbesar masih di dalam negeri (25 persen), diikuti India (18 persen), dan China (15 persen).

Laba bruto AADI pada 2025 tercatat USD1,26 miliar, turun 14 persen secara tahunan dengan penurunan margin dari 27,5 persen menjadi 25,7 persen.

Sementara EBITDA juga terkoreksi 27 persen menjadi USD1,18 miliar. Margin EBITDA turun dari 31 persen pada 2024 menjadi 24 persen di 2025.

Adapun laba bersih turun 37 persen menjadi USD849 juta. Penurunan EBITDA dan laba bersih juga disebabkan oleh hilangnya pendapatan nonoperasional atas keuntungan penjualan saham senilai USD323 juta yang terjadi pada 2024.

Meski melemah akibat turunnya harga jual batu bara, kinerja AADI pada kuartal IV-2025 tercatat naik. Hal tersebut merupakan dampak dari harga batu bara 6000 NAR Newcastle meningkat pada akhir tahun didorong oleh ekspektasi cuaca yang lebih dingin, inventori gas Eropa yang turun lebih cepat, dan meningkatnya risiko geopolitik di samping rencana pengurangan kuota batu bara nasional.

Aset AADI turun 5 persen menjadi USD5,71 miliar dengan liabilitas turun 22 persen menjadi USD2,06 miliar. Kas dan setara kas lebih rendah 22 persen menjadi USD925 juta.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE