MARKET NEWS

ABMM Cetak Laba Bersih Rp709 Miliar di Semester I-2026, Naik 42 Persen

Rahmat Fiansyah 03/08/2026 02:00 WIB

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD39,4 juta.

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD39,4 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD39,4 juta atau setara Rp709 miliar. Angka tersebut meningkat 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan batu bara, percepatan produksi dari operasi tambang di Aceh, serta stabilisasi kinerja bisnis jasa kontraktor pertambangan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD506,2 juta atau relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, adjusted EBITDA tercatat mencapai USD346,9 juta, meningkat 6,4 persen secara tahunan.

Direktur PT ABM Investama Tbk Hans Manoe mengatakan peningkatan profitabilitas perseroan tidak terlepas dari keberhasilan peningkatan produksi tambang batu bara dan perbaikan kinerja kontraktor pertambangan.

“Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan profitabilitas pada periode ini yang didorong oleh keberhasilan peningkatan produksi operasi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan. Meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai tantangan, harga batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi Perseroan untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan operasional,” ujar Hans dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).

Dari sisi operasional, volume coal getting ABM Investama meningkat 14,2 persen menjadi 17,9 juta ton pada semester I-2026. Kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan produksi pada salah satu lokasi operasi di Kalimantan Selatan. Sementara itu, volume overburden removal tercatat turun 12,6 persen menjadi 98 juta bcm pada periode yang sama.

Peningkatan volume penjualan batu bara juga didorong oleh peningkatan produksi dari tambang Aceh pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas Perseroan.

Selain bisnis batu bara, segmen usaha lainnya juga mencatatkan kinerja yang solid. Bisnis perdagangan bahan bakar membukukan volume penjualan sebesar 141,9 juta liter sepanjang semester I-2026.

Adapun bisnis logistik mempertahankan kinerja dengan tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-time delivery) sebesar 95,6 persen. Sementara bisnis jasa dan fabrikasi mencatatkan tingkat ketepatan pengiriman (on-time in-full delivery) sebesar 84,7 persen.

Memasuki paruh kedua 2026, Hansmemperkirakan peningkatan produksi dari operasi tambang di Aceh masih akan berlanjut. Perseroan juga tengah melanjutkan proses perizinan untuk aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Selain memperkuat bisnis batu bara, perseroan terus memperluas portofolio usaha melalui pengembangan bisnis non-batu bara yang memiliki keterkaitan strategis dengan ekosistem pertambangan.

Pada lini bisnis logistik, anak usaha perseroan berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama (A-list customer). Kontrak tersebut diharapkan dapat memperkuat diversifikasi pendapatan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Hans menegaskan, perseroan tetap fokus memperkuat ekosistem bisnis melalui perolehan kontrak strategis, pengembangan operasional, serta penerapan strategi yang disiplin untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami tetap fokus memperkuat ekosistem bisnis melalui perolehan kontrak-kontrak strategis pada segmen logistik, dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap dinamika regulasi dan menjalankan strategi secara disiplin guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hans.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE