MARKET NEWS

ADHI Kantongi Kontrak Baru Rp8,3 Triliun di Semester I, Mayoritas Proyek NJO

Desi Angriani 06/09/2026 11:59 WIB

ADHI mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026.

ADHI Kantongi Kontrak Baru Rp8,3 Triliun di Semester I, Mayoritas Proyek NJO (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026.

Angka ini meningkat 118,4 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun. 

Dari total perolehan kontrak baru tersebut, sekitar Rp5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO), sedangkan sekitar Rp2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO). 

Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini Engineering & Construction sebesar 92 persen, diikuti Property & Hospitality sebesar 3 persen, Manufacture sebesar 3 persen, serta Investment sebesar 2 persen. 

"Dominasi lini Engineering & Construction menunjukkan semakin kuatnya fokus Perseroan pada kompetensi inti konstruksi dan infrastruktur," kata Corporate Secretary Adhi Karya Siswanto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/9/2026).

Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, 80 persen perolehan kontrak baru merupakan proyek infrastruktur, 14 persen proyek gedung, dan 5 persen pekerjaan lainnya. 

Dari sisi pemilik pekerjaan, proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar sebesar 70 persen, diikuti BUMN/BUMD sebesar 29 persen, serta swasta sebesar 1 persen. Siswanto menjelaskan, komposisi tersebut menunjukkan kuatnya posisi ADHI dalam menggarap berbagai proyek infrastruktur strategis.

Sejumlah proyek strategis yang diperoleh ADHI hingga Juli 2026 antara lain Proyek Tanggap Darurat Sumatera Utara, Proyek Tambak Udang Waingapu, Estate Management IKN, Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2, Bandara Sentani, serta Sekolah Rakyat Tahap 3 Papua. 

“ADHI Karya terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas operasional, serta selektivitas dalam memperoleh proyek. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi ADHI yang dilakukan secara bertahap untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing perseroan,” ujarnya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE