MARKET NEWS

Adira Finance (ADMF) Komitmen Tetap Penuhi Saham Free Float 10 Persen

Rahmat Fiansyah 06/07/2026 07:17 WIB

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) berkomitmen untuk memenuhi target porsi minimal saham publik (free float) sebesar 10 persen.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) berkomitmen untuk memenuhi target porsi minimal saham publik (free float) sebesar 10 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) berkomitmen untuk memenuhi target porsi minimal saham publik (free float) sebesar 10 persen. Hingga akhir Juni 2026, porsi free float saham ADMF berada di level 6,58 persen dari total saham tercatat.

Hal itu mencerminkan keputusan perseroan tetap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) beberapa waktu lalu. 

Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk menaikkan free float menjadi 7,5 persen paling lambat 31 Maret 2026, sedangkan free float 10 persen sampai 26 Juni 2026. Namun, semua target tersebut belum terpenuhi.

Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum mengatakan, perseroan bersama dengan pemegang saham pengendali tengah melakukan kajian dan evaluasi atas berbagai alternatif yang tersedia untuk memenuhi ketentuan free float, termasuk berkomunikasi dengan regulator.

"Perseroan akan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," katanya.

Adira Finance sebelumnya melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Mandala Finance pada 26 Juni 2025, mengacu pada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai rencana, kenaikan free float menjadi 10 persen ditargetkan terpenuhi satu tahun setelah merger.

Merger tersebut juga dibarengi dengan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang membuat saham pengendali, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan MUFG Bank Ltd naik signifkan dan menekan porsi free float.

Hingga akhir Mei 2026, Bank Danamon memiliki 920.700.000 (74,50 persen) saham ADMF, sementara MUFG menggenggam 233.757.759 (18,92 persen). Oleh karena itu, pengendali memiliki 93,42 persen saham dengan porsi masyarakat di bawah 5 persen tersisa 6,58 persen.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE