MARKET NEWS

Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Saja?

Rizki Setyo Nugroho 27/06/2022 20:42 WIB

Ada beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah beberapa pekan ini. Beberapa sentimen tentunya mempengaruhi keadaan Rupiah saat ini

Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa Saja? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah beberapa pekan ini. Beberapa sentimen tentunya mempengaruhi keadaan Rupiah saat ini.

Nilai tukar Rupiah beberapa waktu lalu sempat menyentuh angka Rp14.800 untuk satu Dollar Amerika. Hal ini tentunya menjadi tanda bahwa nilai tukar Rupiah sedang mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika. 

Alasan Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah

Pada saat artikel ini dibuat, yakni pada Senin (27/6/2022) pukul 16:45, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika berada di Angka Rp14.790,10/USD. Nominal tersebut sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan nilai tukar Rupiah pada hari Minggu (26/6/2022) yang mencapai Rp14.848/USD. Banyak orang yang menanyakan tentang alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah.

Beberapa faktor yang memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika antara lain:

  1. Suku Bunga The Fed

Pada rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Mei 2022 lalu, Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat telah memutuskan untuk menaikkan Fed Fund Rates atau Suku Bunga sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1% dan berencana untuk mulai mengurangi neraca keuangan pada bulan Juni. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan Dollar Amerika yang beberapa waktu lalu mengalami inflasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, suku bunga The Fed sudah dinaikkan mencapai 1,5% - 1,75%. Kenaikan tersebut menjadi kenaikan terbesar sejak tahun 1994 dan diisukan akan terus dinaikan hingga inflasi yang terjadi di Amerika Serikat bisa menurun.

Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Semakin kuat Dollar AS, maka semakin lemah juga nilai tukar Rupiah.

  1. Lockdown Cina

Faktor kedua yaitu adanya kebijakan lockdown di Shanghai dan beberapa kota lain di Cina. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, Cina telah mengambil kebijakan Zero Covid-19 yang menandakan bahwa negara tersebut sudah terbebas dari pandemi Covid-19. 

Pembatasan tersebut tentunya berdampak negatif terhadap perekonomian Cina dan menyebabkan sentimen yang positif terhadap penguatan Dollar Amerika Serikat.

  1. Larangan Ekspor CPO

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat melarang ekspor CPO yang memiliki dampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut tentunya berdampak pada penurunan nilai ekspor Indonesia. 

Itulah beberapa alasan mengapa nilai tukar Rupiah melemah di beberapa pekan terakhir. Namun, beberapa sentimen tersebut disinyalir hanya sementara, mengingat faktor fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan solid.

SHARE