Aldiracita Sekuritas Jadi Underwriter Obligasi Rp18,2 Triliun Sepanjang Tahun Lalu
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia telah melakukan penjaminan emisi atau underwriter obligasi dan sukuk senilai Rp18,2 triliun di sepanjang 2022 lalu.
IDXChannel - PT Aldiracita Sekuritas Indonesia telah melakukan penjaminan emisi atau underwriter obligasi dan sukuk senilai Rp18,2 triliun di sepanjang 2022 lalu. Aldiracita juga berhasil meraih pangsa pasar sebesar 11,79%.
Berdasarkan data Bloomberg, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai underwriter obligasi dan sukuk dengan porsi penjaminan terbesar di Indonesia, meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya menempati peringkat ke-15.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dalam membantu para pelaku industri dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas di pasar modal, salah satunya penjaminan emisi efek,” kata Direktur Utama Aldiracita Sekuritas Indonesia, Rudy Utomo dalam keterangan resminya, Sabtu (29/4/2023).
Mengutip pernyataan Bursa Efek Indonesia (BEI), total emisi obligasi dan sukuk yang berhasil dicatatkan selama tahun 2022 adalah sebanyak 117 emisi dari 73 emiten senilai Rp147 triliun.
Sedangkan hingga Maret 2023, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat oleh BEI adalah 22 emisi dari 21 emiten senilai Rp27,46 triliun.
Sementara itu, hingga kuartal I 2023 Aldiracita Sekuritas menempati peringkat pertama underwriter obligasi dengan porsi penjaminan terbesar di Indonesia. “Total kami meraih pangsa pasar sebesar 13,73% untuk penjaminan obligasi,” kata Rudy.
Untuk mempertahankan kinerja yang baik tersebut, Aldiracita Sekuritas berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dalam membantu para pelaku industri dalam melaksanakan kegiatan di pasar modal, salah satunya menerbitkan obligasi dan sukuk.
Selain itu sebagai perusahaan efek, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia juga akan terus berkontribusi dalam upaya meningkatkan Literasi dan Inklusi melalui aplikasi online trading milik perusahaan yang bernama STRIVE.
Aplikasi tersebut diharapkan mampu terus berperan dalam meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam melakukan investasi efek. Cahya Puteri Abdi Rabbi.
(DKH)