MARKET NEWS

AMMN Revisi Panduan Produksi Konsentrat Emas untuk 2026 

Rahmat Fiansyah 22/09/2026 05:00 WIB

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengubah panduan produksi konsentrat emas pada 2026 dari 579 ribu ons menjadi 775 ribu ons.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengubah panduan produksi konsentrat emas pada 2026 dari 579 ribu ons menjadi 775 ribu ons. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengubah panduan produksi konsentrat emas pada 2026 dari 579 ribu ons menjadi 775 ribu ons alias naik 34 persen dari proyeksi awal. 

"Sejalan dengan peningkatan kadar bijih yang ditambang, kami telah memperbarui panduan produksi emas dalam konsentrat tahun 2026 menjadi 775 ribu ons emas, sementara panduan produksi tembaga dalam konsentrat tetap pada 485 juta pon," kata Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk, Arief Sidarto, Senin (21/9/2026).

Sepanjang semester I-2026, AMMN memproduksi 211 juta pon atau 43,5 persen dari target. Sedangkan produksi emas dalam konsentrat pada periode yang sama mencapai 346.354 ons atau 59,8 persen dari target awal dan 44,7 persen dari panduan baru.

Selain itu, perseroan merilis panduan produksi untuk produk logam murni seiring dengan commissioning smelter dan PMR yang telah selesai. Produksi katoda tembaga sepanjang tahun ini diproyeksikan mencapai 130 ribu ton, sedangkan emas murni 350 ribu ons.

Sepanjang Januari-Juni, AMMN memproduksi katoda tembaga sebanyak 48.756 ton, sedangkan produksi emas murni sebesar 122.131 ons.

Arief menambahkan, memasuki semester II-2026, AMMN akan memprioritas upaya untuk mencapai panduan produksi. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan keandalan operasi, mempertahankan disiplin biaya yang ketat, memperkuat neraca melalui pelunasan utang, hingga meningkatkan kapasitas produksi pabrik konsentrator baru.

"Serta melanjutkan persiapan menuju Final Investment Decision (FID) proyek Elang pada tahun 2027," katanya.

Saat ini, perencanan tambang Elang masih berlangsung dengan laporan JORC telah diselesaikan pada kuartal II-2026. Umur tambang Batu Hijau diperpanjang hingga 2031/2032 dengan pengolahan stockpile berlanjut hingga 2033/2034.

Tambang tersebut diperkirakan mulai menghasilkan bijih pertama pada 2031/2032 di mana nantinya memanfaatkan fasilitas Batu Hijau yang telah diperluas, termasuk smelter, pabrik konsentrator, infrastruktur pembangkit listrik, dan Pelabuhan Benete.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE