Anak Usaha SOFA Jadi Mitra Zhejiang Weiming Kelola PSEL di Bali dan Bogor
PT Ananta Energi Asia (AEA), anak usaha PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) resmi ditunjuk Zhejiang Weiming sebagai mitra lokal PSEL di Denpasar dan Bogor.
IDXChannel - PT Ananta Energi Asia (AEA), anak perusahaan PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) resmi ditunjuk Zhejiang Weiming sebagai mitra lokal. Penunjukan tersebut terkait dengan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Zhejiang Weiming sebelumnya dipercaya Danantara untuk membangun dua proyek PSEL di Denpasar (Bali) dan Bogor Raya (Jawa Barat). Untuk menggarap proyek ini, Zhejing membentuk konsorsium di mana AEA menjadi salah satu anggota.
AEA merupakan anak usaha perseroan yang didirikan bersama PT Asia Investment Capital (AIC) selaku pengendali perseroan pada 5 Februari 2026. Perseroan memiliki 99 persen saham AEA dan 1 persen sisanya dimiliki AIC.
Denny mengatakan, dalam konsorsium tersebut, AEA akan bertanggung jawab dalam koordinasi perizinan, hubungan dengan pemerintah daerah, serta transfer teknologi kepada kapasitas industri dalam negeri.
"Pembentukan konsorsium tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Danantara yang mewajibkan mitra operator internasional untuk menggandeng entitas lokal Indonesia, guna mendorong transfer teknologi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan setempat," kata Direktur Utama SOFA, Denny Rizal, Senin (25/5/2026).
Zhejiang Weiming merupakan salah satu perusahaan pengelola PSEL terbesar dan paling berpengalaman di dunia, dengan portofolio proyek yang mencakup puluhan fasilitas beroperasi di China. Pada tahun 2025, total produksi listrik Zhejiang Weiming dari operasi pengolahan sampah mencapai 4,62 miliar kWh, atau setara denga konsumsi listrik tahunan sebuah provinsi menengah di Indonesia.
"Perusahaan ini telah ditetapkan oleh Danantara sebagai mitra kerja sama untuk dua dari empat lokasi PSEL tahap pertama, yakni Denpasar Raya dan Bogor Raya, dan menjadikannya salah satu pemenang terbesar dalam tender proyek PSEL nasional tahap pertama," ujarnya.
Penunjukan AEA sebagai mitra lokal untuk proyek PSEL nasional merupakan capaian penting bagi perseroan. Hal ini sejalan dengan transformasi visi perseroan yang bertekad membangun platform investasi infrastruktur hijau terkemuka di Indonesia.
Kehadiran AEA dalam konsorsium juga memberikan dampak positif bagi potensi arus kas jangka panjang yang dapat diprediksi melalui skema Perjanjian Pembelian Daya (PPA) selama 30 tahun dengan PT PLN (Persero) dengan tarif tetap USD0,2 per kWh.
Di samping itu, penunjukan ini menjadi landasan penting bagi perseroan untuk berpartisipasi lebih lanjut dalam program PSEL Danantara. Sesuai rencana, proyek ini akan dibangun di 25 kota di Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)