MARKET NEWS

Anak Usaha Telkom MTEL Dikabarkan Mau Merger dengan TBIG, Begini Respons Danantara

Iqbal Dwi Purnama 01/09/2026 08:39 WIB

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang apabila Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ingin merger dengan perusahaan swasta.

Anak Usaha Telkom MTEL Dikabarkan Mau Merger dengan TBIG, Begini Respons Danantara. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang apabila Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ingin merger dengan perusahaan swasta. Dengan catatan, aksi itu masuk dalam roadmap pengembangan dan sesuai dengan rencana kerja masing-masing perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menanggapi rencana atau rumor beredar merger antara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

"Memungkinkan saja (merger swasta dan BUMN), enggak ada masalah. Selama kalau itu bagian dari roadmap. Tapi nanti saya mesti cek. Pada dasarnya kan setiap perusahaan itu punya rencana kerja masing-masing," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Meski demikian, Dony mengaku rencana merger MTEL dan TBIG hingga saat ini belum sampai pada pembahasannya sebagai pemegang saham Telkom selaku BUMN sekaligus induk usaha MTEL. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila merger tersebut benar dilakukan.

"Nanti saya cek, karena itu kan aksi korporasi, bukan aksi pemegang saham. Jadi kita mesti cek dari mereka. Apakah itu bagian dari corporate strategy mereka, nanti kita cek," kata Dony.

Terkait dengan wacana aksi korporasi tersebut, Dony menyerahkan pembahasan awal kepada perseroan yang bersangkutan. "Nanti coba ditanya ke Telkom, bagaimana prosesnya kan mereka punya hierarki. Tapi sampai saat ini kan masih di level mereka," ujarnya.

Sekadar informasi tambahan, MTEL dan TBIG merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di bidang usaha yang sama, yakni penyedia infrastruktur menara telekomunikasi.

Keduanya punya lini bisnis membangun, memiliki, dan mengelola menara telekomunikasi untuk disewakan kepada operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren untuk penempatan antena BTS.

Berdasarkan laporan kinerja operasional terbaru, semester I-2026, MTEL memiliki jumlah menara yang jauh lebih besar dari TBIG. MTEL memiliki sekitar 40.563 menara, sementara TBIG memiliki sekitar 25.172 unit menara. Jumlah penyewa MTEL juga lebih unggul yakni 63.866 tenant, dibanding TBIG sebanyak 42.224 tenant.

(Dhera Arizona)

SHARE