Analis Soroti Kinerja Bisnis Fintech GOTO, Intip Prospeknya
Kinerja bisnis financial technology (fintech) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi perhatian analis seiring lini usaha tersebut.
IDXChannel - Kinerja bisnis financial technology (fintech) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi perhatian analis seiring lini usaha tersebut menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan diharapkan mulai mengambil peran lebih besar terhadap profitabilitas perusahaan.
GOTO baru saja melaporkan kinerja keuangan kuartal II-2026 dengan mencatat laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan laba bersih Rp171 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp252 miliar pada kuartal II. Secara akumulatif, laba bersih GOTO sepanjang semester I-2026 mencapai Rp423 miliar.
Selain itu, pendapatan bersih pada kuartal II tumbuh 31 persen secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun.
Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya atau meningkat 137 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di balik kinerja solid tersebut, lini bisnis fintech menjadi sorotan. Analis MNC Sekuritas Christian Sitorus dalam risetnya menyebut, untuk pertama kalinya segmen fintech menjadi penyumbang EBITDA terbesar bagi GOTO, melampaui lini On-Demand Services (ODS).
Pada kuartal II-2026, EBITDA yang disesuaikan dari bisnis fintech tercatat sebesar Rp481 miliar atau tumbuh 447 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) Grup sebesar 78 persen, kenaikan pendapatan bersih 31 persen, serta 71 juta pengguna yang bertransaksi secara tahunan.
Christian menilai fundamental bisnis fintech GOTO masih terjaga. Portofolio pinjaman perseroan meningkat menjadi Rp11 triliun atau tumbuh 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah transaksi mencapai 2,4 miliar atau melonjak 91 persen secara tahunan.
Terkait bisnis pinjaman, manajemen GOTO mulai mengantisipasi potensi perlambatan makroekonomi. Meski demikian, kualitas aset dinilai tetap stabil dan perseroan masih optimistis dapat mempertahankan target pertumbuhan pinjaman di atas 30 persen.
Ia menambahkan, menjaga pertumbuhan penyaluran pinjaman di tengah kondisi ekonomi yang lebih menantang, sembari mempertahankan kualitas aset, bukan merupakan hal yang mudah. Namun, menurutnya, GOTO mampu mencapainya melalui kekuatan ekosistem dan strategi penyaluran pinjaman yang tetap berhati-hati.
"Kami menilai hasil kinerja kuartal kedua 2026 ini kian memperkuat narasi pemulihan GOTO. Pertumbuhan ini didukung penuh oleh profitabilitas yang terus membaik, arus kas bebas yang kini positif, serta peran Fintech yang berhasil menjadi kontributor EBITDA terbesar," kata Christian.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, manajemen GOTO juga menaikkan target EBITDA yang disesuaikan dari bisnis fintech untuk sepanjang 2026 menjadi Rp1,7-Rp1,8 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp1,4-Rp1,5 triliun. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.