MARKET NEWS

Antam (ANTM) Catat Penurunan Produksi Emas dan Bijih Nikel di Semester I-2026

Rahmat Fiansyah 31/07/2026 17:38 WIB

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mencatat penurunan kinerja operasional, terutama pada segmen emas dan nikel.

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mencatat penurunan kinerja operasional, terutama pada segmen emas dan nikel. (Foto: Ist)

IDXChannel -  PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mencatat penurunan kinerja operasional. Produksi emas dan nikel, baik bijih nikel maupun feronikel turun sepanjang Januari-Juni 2026.

Pada periode tersebut, Antam memproduksi 13.921 troy ons, turun 1,1 persen dibandingkan semester I-2025 sebesar 14.082 troy ons. Sementara produksi perak juga ikut turun 6,8 persen menjadi 80.763 troy ons dari 86.678 troy ons, mengacu pada laporan kuartalan Antam, Jumat (31/7/2026)

Sementara itu, produksi bijih nikel sepanjang semester I-2026 mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), turun 14,5 persen dan feronikel juga turun 14,1 persen menjadi 7.788 ton nikel (TNi).

Untuk bauksit, produksi turun 7,4 persen menjadi 1,28 juta wmt. Chemical Grade Alumina menjadi satu-satunya komoditas yang produksinya tumbuh 12,2 persen menjadi 100,2 ribu ton.

Perseroan berkomitmen untuk menerapkan operational excellence dan mengoptimalisasi kapasitas produksi di tengah dinamika industri pertambangan dan kondisi pasar yang fluktuatif.

Di tengah penurunan produksi,  penjualan komoditas andalan Antam bervariasi. Penjualan emas anjlok 38 persen menjadi 581,3 ribu troy ons. Namun, penjualan perak meningkat 11,7 persen menjadi 106,4 ribu troy ons.

Antam terus mempertahankan produk logam mulia yang berkualitas, tepercaya, dan mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra domestik. Selain itu, Antam juga terus mengembangkan produk, layanan, dan kanal distribusi untuk memperluas jangkauan pasar dan menjaga daya saing bisnis emas.

Antam juga tengah membangun fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Saat ini, fasilitas tersebut berada pada fase prapelaksanaan untuk persiapan konstruksi.

Penjualan bijih nikel tergerus 17,4 persen menjadi 6,77 juta wmt, sedangkan penjualan feronikel naik 31,9 persen menjadi 7.605 TNi. Seluruh penjualan bijih nikel diserap pasar domestik, terutama untuk smelter, sedangkan untuk feronikel diekspor ke China, India, dan Korea Selatan.

Pada segmen nikel, Antam telah mencapai sejumlah capaian penting dalam proyek kerja sama pengembangan ekosistem EV Battery bersama Grup CATL. Hal ini mencakup penyelesaian pekerjaan awal, perizinan, dan persiapan pendanaan untuk mendukung penyelesaian fase konstruksi.

Adapun penjualan bauksit dan Chemical Grade Alumina (CGA) meningkat masing-masing menjadi 1,26 juta wmt dan 100,4 ribu ton. Produksi bauksit Antam digunakan untuk bahan baku produksi pabrik CGA yang saat ini dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).

(Rahmat Fiansyah)

SHARE