MARKET NEWS

Asing Borong Saham Bank Besar dan Tambang dalam Sepekan

TIM RISET IDX CHANNEL 11/01/2026 09:18 WIB

Investor asing tercatat agresif memborong saham-saham perbankan besar dan emiten tambang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepekan terakhir.

Asing Borong Saham Bank Besar dan Tambang dalam Sepekan. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Investor asing tercatat agresif memborong saham-saham perbankan besar dan emiten tambang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepekan terakhir.

Data BEI menunjukkan, secara keseluruhan aliran dana asing bersih (net foreign buy) mencapai Rp1,62 triliun di pasar reguler selama sepekan terakhir.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 2,16 persen sepekan, sempat menyentuh rekor tertinggi (ATH) di level 9.002,92 pada perdagangan intraday 8 Januari 2026.

Dari total tersebut, net buy asing terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar dari sektor keuangan dan komoditas.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi incaran utama dengan net foreign buy mencapai sekitar Rp644,44 miliar dalam sepekan, seiring harga sahamnya naik 1,10 persen ke Rp3.680 per unit pada periode yang sama.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia akan membaik pada 2026.

Dalam catatannya, dikutip dari Dow Jones Newswires, analis menyebut tiga faktor utama yang mendorong tren ini, yakni penurunan suku bunga, peningkatan penyaluran kredit bersubsidi pemerintah, serta program koperasi desa yang diharapkan memberi efek domino atawa trickle-down effect bagi perekonomian.

Selain itu, data November menunjukkan pertumbuhan simpanan perbankan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit, menandakan likuiditas yang cukup besar. Analis menilai likuiditas ini bisa menjadi pendorong permintaan kredit yang lebih kuat tahun depan.

Di bawah BBRI, ada saham tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net buy sebesar Rp627,88 miliar. Aksi beli asing pada ANTM juga sejalan dengan lonjakan harga sahamnya yang mencatat kenaikan lebih dari 13 persen dalam satu pekan ke Rp3.630 per unit.

Minat asing terhadap saham bank besar lainnya juga terlihat pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat pembelian bersih sekitar Rp454,28 miliar dengan kenaikan saham 1,25 persen, serta emiten konglomerasi otomotif hingga tambang PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp489,80 miliar.

Dari sektor tambang dan energi, selain ANTM, saham Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) diborong asing senilai Rp422,80 miliar, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp323,95 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp264,18 miliar.

Saham PTRO melompat 7,59 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi pekan ini, INCO melambung 18,87 persen dan MDKA 15,88 persen sepekan.

Kinerja harga saham-saham tambang tersebut juga mencatat penguatan dua digit dalam sepekan, mencerminkan respons positif pasar terhadap prospek komoditas, terutama sektor logam macam nikel, tembaga, hingga aluminium.

Saham energi gas milik Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turut masuk radar investor asing dengan net foreign buy sekitar Rp393,28 miliar dan kenaikan harga hampir 29 persen dalam sepekan, juga sempat menembus ATH.

Sementara itu, saham energi milik konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mencatat pembelian asing lebih dari Rp220 miliar, dengan kenaikan harga 15,38 persen sepekan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE