Asing Masih Net Sell Rp1,68 Triliun Pekan Ini, Intip Deretan Saham Paling Banyak Dilepas
Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan sepanjang pekan.
IDXChannel – Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan sepanjang pekan.
IHSG naik 0,83 persen sepanjang pekan ini setelah menutup perdagangan Jumat (10/7/2026) di level 5.924,36 atau menguat 0,20 persen pada hari terakhir perdagangan.
Kenaikan tersebut sekaligus mengakhiri pelemahan yang terjadi dalam dua pekan sebelumnya.
Di balik penguatan indeks, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,68 triliun di pasar reguler selama sepekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp699,49 miliar.
Meski demikian, saham MAPI masih menguat 1,32 persen dalam sepekan dan ditutup di Rp1.535 per unit.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencatat net sell asing sebesar Rp327,08 miliar. Saham BBRI justru naik 2,95 persen sepanjang pekan ke level Rp2.790 per unit.
Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp145,47 miliar. Saham ASII mengakhiri pekan di Rp4.810 per unit.
Aksi jual asing juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai Rp114,69 miliar. Di sisi lain, saham BMRI masih mampu menguat 1,75 persen dalam sepekan ke Rp4.080 per unit.
Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net sell asing sebesar Rp109,94 miliar. Saham TLKM terkoreksi 1,59 persen selama sepekan dan ditutup di Rp2.480 per unit.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melengkapi daftar dengan net sell asing sebesar Rp104,79 miliar. Saham AMMN masih mencatat kenaikan tipis 0,29 persen ke level Rp3.510.
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG hingga akhir pekan didukung dominasi saham yang menguat.
Namun, nilai transaksi yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya menunjukkan pelaku pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan indeks pada awal pekan depan.
Senada, Phintraco Sekuritas memperkirakan ruang penguatan IHSG masih terbatas. Secara teknikal, indeks telah ditutup di atas rata-rata pergerakan (MA) 5 hari dan 10 hari, tetapi masih berada di bawah MA-20.
Stochastic RSI telah membentuk death cross, sementara histogram MACD masih bertahan di area positif. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000 pada pekan depan.
Dari sisi sentimen global, harga minyak mentah masih melanjutkan pelemahan tipis seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak global akan turun untuk pertama kalinya sejak 2020 pada tahun ini akibat gangguan terhadap fasilitas produksi dan ekspor di kawasan Timur Tengah.
Sementara dari dalam negeri, prospek konsumsi masih ditopang perbaikan penjualan otomotif. Penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi 77.550 unit setelah meningkat 14 persen pada Mei.
Secara kumulatif sepanjang semester I-2026, penjualan mencapai 436.564 unit atau naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Phintraco menilai tren positif tersebut berpotensi berlanjut seiring sejumlah pameran dan agenda penjualan otomotif yang akan digelar dalam beberapa bulan mendatang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.