MARKET NEWS

Astra Autoparts (AUTO) Raih Laba Bersih Rp2,2 Triliun pada 2025

Rahmat Fiansyah 24/02/2026 09:55 WIB

PT Astra Autoparts Tbk (AUTO) bagian dari Astra Group mencetak kinerja positif di tengah dinamika industri otomotif yang menantang.

PT Astra Autoparts Tbk (AUTO) bagian dari Astra Group mencetak kinerja positif di tengah dinamika industri otomotif yang menantang. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Astra Autoparts Tbk (AUTO) bagian dari Astra Group mencetak kinerja positif di tengah dinamika industri otomotif yang menantang. Perusahaan penyedia suku cadang kendaraan bermotor itu membukukan laba bersih Rp2,2 triliun pada 2025.

Capaian laba tersebut tumbuh 8,4 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp2,03 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, laba dasar per saham perseroan juga ikut naik menjadi Rp457,5.

Dalam laporan keuangan Astra Otoparts yang diterbitkan Selasa (24/2/2026), pendapatan bersih anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu tumbuh 4,4 persen menjadi Rp19,9 triliun. 

PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) masih menjadi klien terbesar bagi Astra Autoparts. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp4,46 triliun kepada AHM, sedangkan ADM mencapai Rp1,23 triliun. Kedua perusahaan tersebut berkontribusi terhadap 28,5 persen terhadap total pendapatan Astra Autoparts.

Laba kotor tercatat naik 9,8 persen menjadi Rp3,4 triliun. Hal ini selaras dengan beban pokok pendapatan yang terkendali dengan kenaikan 3,3 persen menjadi Rp16,54 triliun. 

Dengan pertumbuhan beban yang lebih lambat dibandingkan pendapatan, ini mencerminkan efisiensi dalam produksi serta pengelolaan bahan baku dan biaya tenaga kerja.

Kenaikan beban usaha, terutama beban penjualan serta beban umum dan administrasi juga relatif terkendali dengan kenaikan masing-masing 6 persen sebesar Rp1,05 triliun dan 4 persen sebesar Rp1,07 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama yang solid sebesar Rp1,18 triliun.

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas Astra Autoparts mencapai Rp4,53 triliun dengan persediaan mencapai Rp2,53 triliun. Secara keseluruhan, aset meningkat 7,6 persen menjadi Rp22,6 triliun.

Sementara itu, liabilitas naik 1 persen menjadi Rp4,52 triliun dengan ekuitas tumbuh 9 persen menjadi Rp15,7 triliun. Dengan porsi ekuitas yang lebih besar dibanding utang, menunjukkan pengelolaan bisnis yang sehat.

Selain itu, Astra Autoparts juga mencatat arus kas dari aktivitas operasional sebesar Rp1,94 triliun, naik 27 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp1,53 triliun. Kenaikan arus kas ini menjadikan perseroan menjadi salah satu mesin uang bagi Astra Group.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE