Astra International (ASII) Kucurkan Rp8 Triliun untuk Buyback Saham, Intip Strateginya
Astra (ASII) menyiapkan dana hingga Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham (share buyback) dalam periode 12 bulan ke depan.
IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana hingga Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham (share buyback) dalam periode 12 bulan ke depan.
Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi baru perseroan dalam menjaga penciptaan nilai bagi pemegang saham di tengah ketidakpastian global.
Program buyback tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026.
Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan pelaksanaan buyback merupakan bagian dari implementasi Strategy Roadmap baru Astra yang diperkenalkan sejak Mei 2026. Strategi baru Astra tersebut bertumpu pada empat pilar, yakni Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.
"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi, dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin," ujar Rudy dalam public expose live 2026, Kamis (10/9/2026).
Rudy mengatakan, perseroan akan semakin fokus pada tiga bisnis inti, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, serta Solusi Pertambangan dan Alat Berat. ASII bahkan berencana untuk menambah porsi kepemilikan saham atas PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Perseroan berencana menambah porsi kepemilikan saham dari saat ini sekitar 80 persen menjadi 84,9 persen, dengan tetap mengikuti peraturan sekaligus menjaga batas minimum free float di angka 15 persen.
Melalui strategi buyback tersebut, Astra menempatkan disiplin alokasi modal sebagai salah satu fokus utama. Pengembalian modal kepada pemegang saham dilakukan melalui kombinasi pembayaran dividen dan pembelian kembali saham.
Langkah ini melanjutkan program buyback sebelumnya yang dijalankan Astra bersama PT United Tractors Tbk (UNTR). Hingga akhir Juni 2026, total nilai buyback yang telah diselesaikan mencapai Rp7,4 triliun sejak November 2025.
Tidak berhenti di situ, United Tractors juga telah menyiapkan program buyback baru dengan nilai maksimal Rp2 triliun untuk periode tiga bulan.
Di sisi lain, Astra juga menjalankan Management Share Ownership Program (MSOP). Program tersebut ditujukan untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dengan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Dari sisi kinerja, Astra mencatat pendapatan bersih konsolidasian Rp157,9 triliun pada semester I-2026, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat Rp12,5 triliun.
Kinerja Astra masih ditopang oleh sejumlah bisnis di luar pertambangan. Segmen Otomotif mencatat pertumbuhan laba sebesar 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.
Dengan kombinasi penguatan bisnis inti dan disiplin alokasi modal, Astra menargetkan tetap mampu menjaga imbal hasil bagi pemegang saham, sekaligus mempertahankan ketahanan neraca keuangan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. (Febrina Ratna Iskana)